(UPDATE) TENTANG HELM..

Assalamu’alaikum

Helm merupakan safety gear wajib bagi para pengendara motor. Sejak diwajibkan pada agustus 1971 oleh alm. Hoegeng Iman Santoso, Kapolri pada saat itu, pada perkembangannya mengalami pro dan kontra. Bahkan pada tahun 1985 terjadi protes anti helm di Yogyakarta (sumber dari Tempo). bahkan saat itu cenderung banyak yg menolak.

Tapi 30 tahun kemudian, trend pemakaian helm mulai berubah. Jika dulu helm dipakai sebagai syarat untuk menghindari polisi, maka sekarang ini banyak pengendara yg sudah sadar akan pentingnya memakai helm. Walaupun banyak juga yg masih pingsan (karena belum sadar sih :mrgreen:)

Bahkan bagi anak muda jaman sekarang, helm tidak cuma sekedar pelindung kepala, tapi juga sebagai trend tersendiri. Seperti yg ditulis bro Adicuzzy ataupun dek Bimo96. Istilahnya gak gaul kalo gak pake helm merk A, atau B… Jika dulu kebanyakan hanya warna2 solid atau polos, sekarang banyak beredar helm beraneka corak & gambar.

Secara prinsip ada 2 jenis helm..

1. Helm open / half face

Helm yg tidak menutup penuh wajah secara penuh. hanya ditutup dengan visor yg bisa dibuka tutup. Biasanya visor agak lebar sampai menutup dagu. Ada yg memakai pet tapi ada juga yg tidak. Cenderung lebih nyaman untuk komuter di dalam kota atau jarak dekat. Jenis ini juga yg paling banyak dipakai oleh para pengendara motor.

2. Helm Fullface

Helm jenis ini mempunyai bagian yg menutup dagu untuk perlindungan maksimal terhadap benturan di bagian wajah. Lebih safety untuk riding tapi kurang nyaman untuk dipakai di dalam kota. Ada 2 jenis, helm fullface biasa & helm fullface untuk motocross..

Beberapa waktu lalu, bapake pernah baca di tabloid Otoplus edisi awal Desember tentang pelarangan penggunaan helm open face tanpa pet di daerah Jawa Timur. Kebetulan juga disinggung oleh mas HRM di sini. Menurut artikel masbro HRM, alasan pelarangan itu karena ada pengendara pengguna helm tanpa pet yg mengalami kecelakaan & langsung meninggal di tempat.

Menurut bapake pribadi sebenarnya alasan tersebut memang bagus, tapi kok terkesan memaksa. Perlu ditelusuri dulu penyebab meninggalnya pengendara tersebut. Apakah karena benturan terlalu keras dalam kecepatan tinggi atau karena sebab yg lain. Pet helm terbuat dari bahan plastik biasa & tidak lebih keras daripada cangkang helm itu sendiri. Fungsinya selain sebagai mengurangi efek silau karena cahaya matahari atau hujan, juga hanya sebagai aksesoris saja. Inti kekuatan helm sendiri ada di cangkang/shell yg biasanya dibuat lebih tebal di bagian atas. Jadi walaupun helm tidak memakai pet, tapi biasanya konstruksi & bahan helm sama atau lebih kuat daripada yg memakai pet.

Lagipula tiap pabrikan helm selalu menguji tiap2 produknya sesuai standar yg berlaku. Di Indonesia minimal SNI. Tapi ada juga helm produk lokal yg sudah berstandar DOT. Lagipula justru rata2 helm open face keluaran merk luar negeri macam Arai, Shoei AGV dll tidak memakai pet. Tahu sendirilah standar luar negeri lebih bagus daripada SNI. Pengujian helm berstandar SNI sebelum dijual di pasaran bisa dilihat di bawah ini

Jadi sebenarnya tidak masalah kalau memakai helm tanpa pet. Ada yg harus diperhatikan dalam memilih helm yg tepat. Pastikan dulu helm benar2 pas di kepala. Artinya helm dicoba dulu, pastikan helm tidak longgar atau kesempitan. Helm longgar rawan lepas saat jatuh, sedang helm yg terlalu sempit bisa menghambat aliran darah ke otak. Bisa pusing  brooo.. Caranya pakai helm, kemudian geleng2kan ke kanan & kiri, coba tarik helm dari arah belakang ke depan. Jika gampang lepas,berarti helm masih longgar. Jika pelipis atau dagu terasa sakit saat helm dipakai, berarti helm terlalu  kecil. Coba terus sampai menemukan ukuran yg cocok. Gak perlu sungkan..

Memang kita tidak tahu apa yg akan terjadi pada kita saat kita berkendara. Takdir memang di tangan Tuhan, tapi paling tidak kita bisa merubah takdir dengan berusaha. Salah satunya ya pakai helm…

Apapun helm yg kita pakai, entah itu full face, half face berpet atau tidak, masih lebih baik daripada tidak pakai helm sama sekali. Soal hidup & mati kita serahkan sama yg Di Atas..😀

Artikel ini murni opini bapake, bukan bermaksud promosi atau apapun.. Monggo dishare pendapatnya.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum…

About bapakeVALKYLA

seorang pria biasa, karyawan di sebuah swalayan, ayah dari 2 orang putri yang pengen turing tapi terkendala waktu yg tidak bersahabat.

Posted on 31 Desember 2011, in Helm, Umum and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 18 Komentar.

  1. artikel rung dadi iki😀

  2. he’eh ki. aku malah gak ngerti nek terbit. lagi jajal nganggo mopress.

  3. artikel diluar kendali…… dikomen juga🙂
    kirain apaan 265:mrgreen:

  4. artikel meluncur blm waktux ya bro..ko dikitmen😀

  5. bingung pas nge klik link artikele.

  6. akhirnya artikel meluncur… hehehehe😀

    pemilihan helm sesuai keinginan penggunanya,,kalo saya lebih prefer half face coz saya pake kacamata,bakalan ribet kalo mau pake helm full face copot kacamata dulu,,abis dipake helmnya pasang kacamata lg😀

    mending half face😀

  7. bener mas, memang lebih baik dari pada tidak memakai helm sama sekali…🙂

  8. wayah ganti helem ak iki…

  9. wadohhhhhhh dibanting2 gitu ya helmnya, kalau gitu sih oke juga tesnya, tapi jangan sampai dipalsukan…………….. bisa kacau dunia persilatan🙂

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN & KOMENTAR ANDA SEMUA...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: