Anak Kecil Bawa Motor. Orangtuanya Sungguh Ter…..la….luu…..

Assalamu’alaikum…..

Artikel ini bermula dari cerita bundaValen beberapa hari yang lalu. Ceritanya begini….😀

Kantor tempat bunda berada di sebuah komplek perumahan di semarang. Nah, kalau istirahat, bunda & temannya sering makan di warung makan dekat sebuah perempatan di komplek itu. Saat makan di situ, bunda sering lihat ada anak kecil usia SD naik motor bebek lewat di jalan itu tanpa memakai helm. Mungkin saja rumah atau sekolahnya di dekat komplek perumahan situ. Lha yg bikin bunda heran, anak itu naik motor lumayan kencang  untuk ukuran perumahan. Padahal tinggi anak itu belum ideal untuk mengendarai sepeda motor. Wong kalau mau berhenti aja anak itu harus turun dari jok & berdiri di dek tengah motornya.

Suatu hari saat bunda makan di situ, si anak lewat dengan “gagahnya”. Di depan bunda ada laki2 pengunjung warung yang berkomentar :

“Sangar ik. Isih cilik wis dicekeli motor. (Sangar… Masih kecil udah dibolehin bawa motor)”

Beberapa hari kemudian saat bunda makan di tempat yg sama, anak itu lewat lagi. Nah kali ini  seorang bapak2 warga keturunan melihat sekilas & geleng2 kepala sambil  berkomentar :

“Orangtuanya edan. Anak sekecil itu udah boleh bawa motor. Nanti kalau anaknya celaka baru nyesel. Mending kalau sendiri, lha kalau celakain orang lain??”

Dari pemikiran dua orang yang berbeda di atas, bapake cenderung setuju sama si bapak. Rasanya kok keterlaluan banget membiarkan anak kecil bawa motor sendiri. Padahal jelas2 anak usia SD pasti belum punya KTP/SIM. Menurut UU No 22 tahun 2009 pasal 81  disebutkan bahwa

(1) Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77, setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan lulus ujian.
(2) Syarat usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan paling rendah sebagai berikut:
a. usia 17 (tujuh belas) tahun untuk Surat Izin Mengemudi A, Surat Izin Mengemudi C, dan Surat Izin Mengemudi D;

b. usia 20 (dua puluh) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B I; dan
c. usia 21 (dua puluh satu) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B II.

(3) Syarat administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk;
b. pengisian formulir permohonan; dan
c. rumusan sidik jari.

(4) Syarat kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter; dan
b. sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis.

(5) Syarat lulus ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. ujian teori;
b. ujian praktik; dan/atau
c. ujian keterampilan melalui simulator.
(6) Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan permohonan:
a. Surat Izin Mengemudi B I harus memiliki Surat Izin Mengemudi A sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan; dan
b. Surat Izin Mengemudi B II harus memiliki Surat Izin Mengemudi B I sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan.

Dari pasal di atas, menurut hukum anak kecil usia SD sudah jelas belum memenuhi syarat. Apalagi anak usia itu emosinya cenderung masih labil. Penguasaan atau reflek terhadap pengendalian motor saat ada insiden pasti masih rendah. Lha wong yang udah dewasa aja kadang2 suka emosi kok… Takutnya saat di jalan terjadi hal2 yg sifatnya spontan, si anak belum tentu bisa mengendalikan motornya.

Saran bapake sih mending janganlah kasih ijin buat anak bawa motor sendiri kalau belum saatnya. Sayang sih boleh saja, tapi sebagai orang tua kita harus bijak dalam menuruti setiap keinginan anak kita. Jangan sampai karena alasan sayang, trus kita jadi menyesal seumur hidup. Karena kita tidak bisa tahu apa yg akan terjadi di jalanan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum…..

 

NB : seperti biasa, gambar ambil dari google.😀

About bapakeVALKYLA

seorang pria biasa, karyawan di sebuah swalayan, ayah dari 2 orang putri yang pengen turing tapi terkendala waktu yg tidak bersahabat.

Posted on 19 Mei 2012, in Roda 2, Seputar Jalanan, Umum and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 41 Komentar.

  1. pertamaxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    ane naek motor diterima SMA bru dikasih motor😀

  2. keduaxxxxxxxxxxxxxxxxxx

  3. ketigaxxxxxx borong podium

  4. neng ndesoku sd kelas telu wis do motoran ki piye.. ponakanku kelas papat wis go supri125,

  5. Anak2 skrng jago2 naik motornya…para ortu mesti memberi pengertian bahwa bm saatnya n nanti kl udh saatnya baru kita test naik motor n bikin SIM, untuk skrng sbg boncenger aja ya n pake helm😀

  6. Banyak ortu udah gak sayang anak.

  7. Kasus di atas sepertinya sudah terlalu banyak dibiarkan. Parahnya yang saya lihat, Ibu atau bapaknya yang duduk mengomando anaknya, terlihat bangga anak kecilnya sudah mahir bawa motor.

  8. setuju mas bro,anak kecil apalagi masih usia SD memang gak boleh bawa motor,parahnya.orang tuanya malah bangga kalo usia segitu sudah bisa bawa motor
    *tepokjidat*

  9. ditempatku, orang tua justru bangga kalo ngajari naek motor sama anaknya yang masih kecil. setelah mahir dan sering kluyuran bawa motor, baru deh misoh-misoh.
    btw, kalo anaknya Penta Wijaya (tau kan siapa dia ?) kelas 5 sd sudah ikut balap di sirkuit mandala krida, meski dioverlap berkali-kali tapi tetep pede. buat melatih mental kayaknya

  10. gak sangar babar blas…wong tuwane ora bener kuwi…

  11. miris memang,,
    tapi dalih si orang tua pasti
    “biar bisa gampang disuruh orang tua, beli ini itu, lebih cepet dari naik sepeda” ..edaaaaannnnnnnnnn

    http://areeya2.wordpress.com/2012/05/21/motogp-drama-yang-seru/

  12. ning kaliwungu yo akeh bapake, wingi pas dolan ning plantaran (omahku mbiyen) cah jek smp wes dolanane RX-King, bancungkring, dll…

    miris tenan…

  13. Jangan cuma di peratiin dan di komentari bro, Langsung di tegor juga itu anak kalo bisa sampai ke bapak nya juga. Karena memang bukan anak kita dan motor bukan milik kita. tapi aspal itu milik kita jadi demi hak bersama bisa itu bapak di tunut karena dengan sengaja mengajarkan tindak pelanggaran sejak dini pada anak.

  14. ortunya manjain anak tuh ….. makanya kalo ntar anak ini jadi pemimpin ya jadi pemimpin yg manja ………

  15. orang tuanya aja bangga anaknya bisa naek motor, salah kaprah banget:mrgreen:

    btw bapak2 keturunan? keturunan apa om? manusia?😆

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN & KOMENTAR ANDA SEMUA...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: