Arsip Blog

(FOTO) Sirkus Jalanan Yang Berbahaya Untuk Anak Kecil

Assalamu’alaikum…

 

Hari minggu kemarin (30/12) saat bapake di perjalanan mau kondangan ke Mranggen, bapake lihat ada seorang bapak & anak perempuannya yg baru saja beli container box dan membawanya naik motor.

Monggo dilihat spyshotnya ..

Miris & ngeri lihatnya. Seorang anak kecil dipaksa bawa barang yg lebarnya hampir di luar jangkauannya. Bahkan tidak pakai helm. Terlihat dari raut wajahnya yang kepayahan memegangi container box itu. Mbok ya mending kalau niat mau beli, anaknya gak usah diajak. Kan kalau sendirian bisa diikat di jok belakang dengan posisi memanjang ke belakang. Justru sepertinya lebih aman daripada dibawa dengan cara seperti di atas yang rawan terjadi kecelakaan.

Foto ini diambil sekitar jam 9.30 pagi di pasar Mranggen yang lalu lintasnya padat karena jalannya sempit. Apa si bapak gak khawatir anaknya jatuh atau nyenggol kendaraan lain ya??

Kalau sayang anak, harusnya tidak “menyiksa” anaknya seperti itu. Apa gak mikir ya kalau bisa aja si anak jatuh karena kecapekan atau hilang keseimbangan. Ntar kalau kejadian gitu baru nyesel nangis2…

Kasihan … 😦

Bagaimana pendapat pembaca sekalian??

 

Wassalamu’alaikum….

 

Anak Kecil Bawa Motor. Orangtuanya Sungguh Ter…..la….luu…..

Assalamu’alaikum…..

Artikel ini bermula dari cerita bundaValen beberapa hari yang lalu. Ceritanya begini…. 😀

Kantor tempat bunda berada di sebuah komplek perumahan di semarang. Nah, kalau istirahat, bunda & temannya sering makan di warung makan dekat sebuah perempatan di komplek itu. Saat makan di situ, bunda sering lihat ada anak kecil usia SD naik motor bebek lewat di jalan itu tanpa memakai helm. Mungkin saja rumah atau sekolahnya di dekat komplek perumahan situ. Lha yg bikin bunda heran, anak itu naik motor lumayan kencang  untuk ukuran perumahan. Padahal tinggi anak itu belum ideal untuk mengendarai sepeda motor. Wong kalau mau berhenti aja anak itu harus turun dari jok & berdiri di dek tengah motornya.

Suatu hari saat bunda makan di situ, si anak lewat dengan “gagahnya”. Di depan bunda ada laki2 pengunjung warung yang berkomentar :

“Sangar ik. Isih cilik wis dicekeli motor. (Sangar… Masih kecil udah dibolehin bawa motor)”

Beberapa hari kemudian saat bunda makan di tempat yg sama, anak itu lewat lagi. Nah kali ini  seorang bapak2 warga keturunan melihat sekilas & geleng2 kepala sambil  berkomentar :

“Orangtuanya edan. Anak sekecil itu udah boleh bawa motor. Nanti kalau anaknya celaka baru nyesel. Mending kalau sendiri, lha kalau celakain orang lain??”

Dari pemikiran dua orang yang berbeda di atas, bapake cenderung setuju sama si bapak. Rasanya kok keterlaluan banget membiarkan anak kecil bawa motor sendiri. Padahal jelas2 anak usia SD pasti belum punya KTP/SIM. Menurut UU No 22 tahun 2009 pasal 81  disebutkan bahwa

(1) Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77, setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan lulus ujian.
(2) Syarat usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan paling rendah sebagai berikut:
a. usia 17 (tujuh belas) tahun untuk Surat Izin Mengemudi A, Surat Izin Mengemudi C, dan Surat Izin Mengemudi D;

b. usia 20 (dua puluh) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B I; dan
c. usia 21 (dua puluh satu) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B II.

(3) Syarat administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk;
b. pengisian formulir permohonan; dan
c. rumusan sidik jari.

(4) Syarat kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter; dan
b. sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis.

(5) Syarat lulus ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. ujian teori;
b. ujian praktik; dan/atau
c. ujian keterampilan melalui simulator.
(6) Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan permohonan:
a. Surat Izin Mengemudi B I harus memiliki Surat Izin Mengemudi A sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan; dan
b. Surat Izin Mengemudi B II harus memiliki Surat Izin Mengemudi B I sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan.

Dari pasal di atas, menurut hukum anak kecil usia SD sudah jelas belum memenuhi syarat. Apalagi anak usia itu emosinya cenderung masih labil. Penguasaan atau reflek terhadap pengendalian motor saat ada insiden pasti masih rendah. Lha wong yang udah dewasa aja kadang2 suka emosi kok… Takutnya saat di jalan terjadi hal2 yg sifatnya spontan, si anak belum tentu bisa mengendalikan motornya.

Saran bapake sih mending janganlah kasih ijin buat anak bawa motor sendiri kalau belum saatnya. Sayang sih boleh saja, tapi sebagai orang tua kita harus bijak dalam menuruti setiap keinginan anak kita. Jangan sampai karena alasan sayang, trus kita jadi menyesal seumur hidup. Karena kita tidak bisa tahu apa yg akan terjadi di jalanan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum…..

 

NB : seperti biasa, gambar ambil dari google. 😀

%d blogger menyukai ini: