Arsip Blog

Peduli Gunung Agung, Yamaha Salurkan Bantuan Untuk Para Pengungsi

Yamaha turut menyalurkan bantuan untuk para pengungsi yang menghindari ancaman letusan Gunung Agung di Karangasem, Bali. Bantuan diberikan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bekerjasama dengan YRFI (Yamaha Riders Federation Indonesia) dalam program Peduli Gunung Agung. Read the rest of this entry

Iklan

Ban Cacing = ALAY ?

Alay….

Pasti kita sering mendengar istilah itu.. Beberapa waktu lalu bahkan sampai sekarang di dunia blogger masih rame membahas tentang alay. Entah itu motor alay, rider alay atau alay2 yg lain.

Kali ini bapake coba membahas tentang alay ini dari sudut pandang bapake.

Apa itu alay?

Setahu bapake, alay yg merupakan singkatan dari anak layangan pada awalnya diperuntukkan bagi anak2 muda yg gemar menonton acara musik di studio. Kebanyakan mereka berdiri di belakang artis2 yg sedang tampil, dengan dandanan heboh (bisa dibilang norak) khas anak muda (sok) gaul. Malah terkadang dandanan mereka tidak sesuai dengan tampang mereka. terutama buat cowoknya.. Misal, kulitnya item tapi pake baju ngejreng yg nyulek mata, atau rambut dicat kuning genjreng kaya mau kampanye gitchu…

Kenapa disebut anak layangan?

Anak layangan atau anak2 yg suka main layang2 biasanya bertampang dekil, dengan kulit kehitaman & rambut merah terbakar matahariMelihat dari kota asal sebutan ini dilahirkan, yaitu Jakarta yg notabene adalah kota besar yg jarang sekali ditemui anak2 yg main layangan kecuali di kampung pinggiran, maka secara tidak langsung sebutan alay ini bisa diartikan sebagai anak kampungan alias norak..

Alay = Anak Lebay

Selain anak layangan, alay juga bisa diartikan sebagai anak lebay alias bertindak berlebihan. Misalnya, dari dandanan yg hebih, cara bicara yg cenderung dibuat-buat, ataupun cara menulis sms yg campur aduk antara huruf kapital, huruf kecil, angka2 & tanda baca digabung jadi satu. Jujur, bapake kadang mumet kalo baca tulisan2 alay itu. Apa mungkin alay itu sejenis alayien ya?? Mungkin terkesan gaul bagi mereka, tapi bagi sebagian orang justru membingungkan..

Alay dalam bermotor

Nah, berhubung blog2 yg heboh membahas alay adalah blog roda 2, maka bapake hanya membahas tentang alay dalam bermotor saja.

Menurut kacamata bapake, dari beberapa blog yg sering bapake kunjungi istilah Alay dalam bermotor cenderung lebih ke hal2 yg negatif. Misalnya gaya modif yg kurang memperhatikan unsur safety & merugikan pengendara lain seperti pemakaian ban cacing, melepas spion, pemakaian knalpot cempreng yg suaranya aja lebih kenceng daripada kecepatan motornya, pakai mika stoplamp warna putih atau melepas fender belakang. Selain itu gaya berkendaranya juga cenderung membahayakan orang lain, sruntulan, tidak menyalakan lampu utama pada malam hari, belok tanpa sein, sampai berjalan tidak beraturan alias zig-zag.. Rata2 biker alay ini adalah anak2 muda labil alias ababil walaupun tidak menutup kemungkinan ada orang dewasa yg alay juga.

Kenapa memakai ban cacing = alay ?

Pada awalnya pemakaian ban tipis alias ban cacing ini lebih dikhususkan untuk motor2 yg turun dalam ajang drag bike resmi. Yah.. namanya motor drag, sebisa mungkin bobot motor dikurangi biar larinya kenceng.. Gak cuma pakai ban tipis aja, tapi ada juga yg sampai membolongi rangka. Sah2 saja, wong balap resmi kok…

Sedang tren ban tipis untuk harian sebenernya sudah ada sejak 5-8 th yg lalu. Tidak bisa dipungkiri, peran media terutama media cetaklah yg bertanggungjawab dalam penyebaran virus ban tipis ini. Bapake dulu berlangganan salah satu tabloid motor yg jadi anggota grup Jawa Pos. Artikel2 modifnya lebih sering menampilkan motor2 berban tipis yg katanya modif ala thailand alias Mothai. Bahkan  selalu menekankan kata2 gaul dalam artikel itu. Yah gak heran jika sekarang pakai ban tipis itu jadi tren  biar gaul. Gak anak2 sekolah, mahasiswa, karyawan, bahkan polisi juga ada. Gak cuma motor bebek atau matik, bahkan motor sport yg bodinya gede saja dipasangi ban tipis. Lha yo ora imbang to le…  Selain gaul, katanya juga biar tarikannya enteng, larinya bisa kenceng. Salah kaprah tuh…

Pabrikan sudah merancang spek ban yg dipasang pada motor2 produksinya sesuai dengan bobot & kemampuan mesinnya. Lha kok malah diganti lebih kecil.. Mengganti ban standar dengan ban tipis selain berbahaya buat diri sendiri juga bisa membahayakan orang lain. Karen  semakin kecil ban yg dipakai, semakin berkurang juga tapak ban yg kontak dengan aspal. Untuk dipakai menikung juga  berbahaya karena cengkeraman tapak ban yg minim. Kalau pas nikung terus terpeleset & jatuh.. Rugi sendiri kan? Kalau jatuh sendiri sih masih mending karena resiko ditanggung sendiri. Kalau jatuhnya menyeret orang lain? Selain rugi sendiri juga merugikan orang lain.  Itulah kenapa banyak yg anti dengan ban cacing.Selain itu fungsi ban adalah untuk membantu sokbreker meredam guncangan saat melewati jalan yg bergelombang. Lha kalau ban tipis kejeblos lubang bakal ndlosor dengan sukses. Minimal pelek peyanglah.

nyomot punya pakdhe maskur

“halah… gak apa2 pakai ban tipis. Kan jalannya pelan2..”

Bapake rasa tidak mungkin seorang biker akan jalan pelan seterusnya.. Pegel cuy… Tetap adakalanya pengen kenceng juga. Wong bapake juga sering liat motor ban tipis jalannya kenceng kok.

Sekali lagi, alay bukan cuma soal ban kecil. Tapi lebih ke attitude dalam berkendara yg membahayakan orang lain. Motor dengan ban gede kalau jalannya sruntulan & menyerobot jalur orang lain bisa disebut alay juga.

Tren ini tidak bisa serta merta dihilangkan. Perlu peran berbagai pihak. Selain aparat yg harus lebih tegas, media juga harus bisa menampilkan artikel2 yg lebih mengutamakan safety dalam berkendara maupun dalam memodif kendaraan. Termasuk blogger juga lho. Bahkan mungkin penjual ban tipis juga harus tegas. Gak boleh beli ban cacing kalo gak bisa nunjukin KIS khusus balap drag ( ngimpi kali yeee :mrgreen: )

Mungkin seiring usia & tuntutan hidup, para alay itu akan sadar & kembali memasang piranti standar motornya masing2.

Bukannya sok suci atau merasa paling benar, tapi hanya berusaha tertib demi kenyamanan & keselamatan bersama.

Semoga bermanfaat..

Kalo yg alay kaya gini gimana yaa???

 

(UPDATE) TENTANG HELM..

Assalamu’alaikum

Helm merupakan safety gear wajib bagi para pengendara motor. Sejak diwajibkan pada agustus 1971 oleh alm. Hoegeng Iman Santoso, Kapolri pada saat itu, pada perkembangannya mengalami pro dan kontra. Bahkan pada tahun 1985 terjadi protes anti helm di Yogyakarta (sumber dari Tempo). bahkan saat itu cenderung banyak yg menolak.

Tapi 30 tahun kemudian, trend pemakaian helm mulai berubah. Jika dulu helm dipakai sebagai syarat untuk menghindari polisi, maka sekarang ini banyak pengendara yg sudah sadar akan pentingnya memakai helm. Walaupun banyak juga yg masih pingsan (karena belum sadar sih :mrgreen:)

Bahkan bagi anak muda jaman sekarang, helm tidak cuma sekedar pelindung kepala, tapi juga sebagai trend tersendiri. Seperti yg ditulis bro Adicuzzy ataupun dek Bimo96. Istilahnya gak gaul kalo gak pake helm merk A, atau B… Jika dulu kebanyakan hanya warna2 solid atau polos, sekarang banyak beredar helm beraneka corak & gambar.

Secara prinsip ada 2 jenis helm..

1. Helm open / half face

Helm yg tidak menutup penuh wajah secara penuh. hanya ditutup dengan visor yg bisa dibuka tutup. Biasanya visor agak lebar sampai menutup dagu. Ada yg memakai pet tapi ada juga yg tidak. Cenderung lebih nyaman untuk komuter di dalam kota atau jarak dekat. Jenis ini juga yg paling banyak dipakai oleh para pengendara motor.

2. Helm Fullface

Helm jenis ini mempunyai bagian yg menutup dagu untuk perlindungan maksimal terhadap benturan di bagian wajah. Lebih safety untuk riding tapi kurang nyaman untuk dipakai di dalam kota. Ada 2 jenis, helm fullface biasa & helm fullface untuk motocross..

Beberapa waktu lalu, bapake pernah baca di tabloid Otoplus edisi awal Desember tentang pelarangan penggunaan helm open face tanpa pet di daerah Jawa Timur. Kebetulan juga disinggung oleh mas HRM di sini. Menurut artikel masbro HRM, alasan pelarangan itu karena ada pengendara pengguna helm tanpa pet yg mengalami kecelakaan & langsung meninggal di tempat.

Menurut bapake pribadi sebenarnya alasan tersebut memang bagus, tapi kok terkesan memaksa. Perlu ditelusuri dulu penyebab meninggalnya pengendara tersebut. Apakah karena benturan terlalu keras dalam kecepatan tinggi atau karena sebab yg lain. Pet helm terbuat dari bahan plastik biasa & tidak lebih keras daripada cangkang helm itu sendiri. Fungsinya selain sebagai mengurangi efek silau karena cahaya matahari atau hujan, juga hanya sebagai aksesoris saja. Inti kekuatan helm sendiri ada di cangkang/shell yg biasanya dibuat lebih tebal di bagian atas. Jadi walaupun helm tidak memakai pet, tapi biasanya konstruksi & bahan helm sama atau lebih kuat daripada yg memakai pet.

Lagipula tiap pabrikan helm selalu menguji tiap2 produknya sesuai standar yg berlaku. Di Indonesia minimal SNI. Tapi ada juga helm produk lokal yg sudah berstandar DOT. Lagipula justru rata2 helm open face keluaran merk luar negeri macam Arai, Shoei AGV dll tidak memakai pet. Tahu sendirilah standar luar negeri lebih bagus daripada SNI. Pengujian helm berstandar SNI sebelum dijual di pasaran bisa dilihat di bawah ini

Jadi sebenarnya tidak masalah kalau memakai helm tanpa pet. Ada yg harus diperhatikan dalam memilih helm yg tepat. Pastikan dulu helm benar2 pas di kepala. Artinya helm dicoba dulu, pastikan helm tidak longgar atau kesempitan. Helm longgar rawan lepas saat jatuh, sedang helm yg terlalu sempit bisa menghambat aliran darah ke otak. Bisa pusing  brooo.. Caranya pakai helm, kemudian geleng2kan ke kanan & kiri, coba tarik helm dari arah belakang ke depan. Jika gampang lepas,berarti helm masih longgar. Jika pelipis atau dagu terasa sakit saat helm dipakai, berarti helm terlalu  kecil. Coba terus sampai menemukan ukuran yg cocok. Gak perlu sungkan..

Memang kita tidak tahu apa yg akan terjadi pada kita saat kita berkendara. Takdir memang di tangan Tuhan, tapi paling tidak kita bisa merubah takdir dengan berusaha. Salah satunya ya pakai helm…

Apapun helm yg kita pakai, entah itu full face, half face berpet atau tidak, masih lebih baik daripada tidak pakai helm sama sekali. Soal hidup & mati kita serahkan sama yg Di Atas.. 😀

Artikel ini murni opini bapake, bukan bermaksud promosi atau apapun.. Monggo dishare pendapatnya.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum…

BERSABARLAH DI LAMPU MERAH

Assalamu’alaikum…..

 

Saat berhenti di lampu merah terutama yang ada timernya, sering kita temui pengendara yg tidak sabaran. Entah itu berhenti di depan garis marka atau zebra cross, ataupun melaju saat timer dari merah ke hijau masih kurang 2 detik.

Sebenarnya hal itu sangat berbahaya. Karena sering bapake lihat, saat lampu masih kuning atau timer dari hijau ke merah masih kurang 2 detik, kebanyakan biker atau pun mobilis justru menambah kecepatannya. Dengan alasan biar gak kena lampu merah. Padahal di saat bersamaan, mungkin ada kendaraan dari sebelah kanan atau kiri yg juga tidak sabar sudah mulai melaju. Jika tidak bisa mengantisipasi, dipastikan akan terjadi tabrakan.

Sekedar mengingatkan saja. Apa susahnya sih menunggu 2 detik. Toh gak ada pengaruhnya. Yang penting kita selamat.

Ingat, keluarga menanti di rumah..

Monggo disimak video berikut ini. Mungkin bisa jadi renungan….

 

Wassalamu’alaikum…

 

JALANAN TAK MENGENAL ISTILAH “LADIES FIRST”

Assalamu’alaikum…

Masih berkaitan dengan artikel sebelumnya tentang perilaku “selonong girl”, kali ini bapake akan menceritakan pengalaman sewaktu ada insiden yg melibatkan 2 biker (mas & mbak). ya walaupun bukan bapake sendiri yg terlibat. Kejadiannya sendiri sudah agak lama tapi masih saya ingat persis. Lagian waktu itu belum punya blog dewe. 😀

Jadi ceritanya begini, pada suatu hari ada seorang pangeran bapake bersama 2 orang teman dalam perjalanan pulang dari Banyumanik menuju ke kantor di semarang bawah naik mobil box. Sampai di daerah sebelum gombel lama, di depan bapake ada 2 motor (bebek & matic) yg tahu2 sudah tergeletak di tengah jalan. Kami semua tidak tahu persis kejadiannya karena pandangan terhalang mobil di depan yg tetap meneruskan perjalanan. Dengan inisiatif menolong karena sedikit orang yg ada di sekitar, kami pun menepi & membantu meminggirkan motor2 yg tergeletak tersebut. Si matic, yg dekendarai mbak2, tidak begitu parah rusaknya. Hanya footstep belakang patah & bodi sedikit baret2. ridernya sendiri juga kayaknya gak papa.  Lha si bebek yg dikendarai mas2 lumayan parah. setang nekuk, sokbreker depan + segi3 yg melengkung, & pelek peyang. Kaki si rider juga terluka walaupun gak terlalu parah.

Setelah menepi, bapake & teman pun  menanyakan kronologis kejadian. Menurut si mbak, dia dari arah kota bawah bermaksud untuk menyeberang ke arah kanan menuju ke sebuah gang & sudah menyalakan sein. Sedang dari pengakuan si mas, si mbak tsb menyeberang secara mendadak tanpa melihat situasi & baru menyalakan lampu sein setelah belok. karena kecepatan yg lumayan tinggi, dia tidak mampu menghindari karena di sebelah kiri ada mobil (yg di depan mobil kami) sampai akhirnya menubruk si mbak tsb. Keduanya pun ngotot membenarkan alibi masing2.

ilustrasi lhoo...

Melihat situasi jalan yg merupakan jalur cepat karena jalan yg lebar,  sedikit menanjak, & juga marka yg menyambung tidak terputus,  analisa bapake sih si mbak yg salah. Karena setahu bapake, tidak diperbokehkan berbelok/menyebrang di jalan yg bermarka menyambung, paling tidak kita harus berjalan terus, cari marka yg putus2 baru kita boleh belok. CMIIW. Ya tapi walaupun begitu, bapake cuma batin aja karena tidak mau memperkeruh suasana. Bapake & teman2 pun menyarankan ke 2 belah pihak untuk membicarakan secara damai & kekeluargaan. Sepertinya mereka menunjukan tanda2 setuju. Si mbak  sendiri terlihat sedang mengSMS (mungkin) temannya, & si mas terduduk sambil mengelus-elus kakinya yg tidak mulus sama sekali.

Tidak lama kemudian datang 2 orang cewek yg berwajah lumayan manis (tapi terlihat judes) yg ternyata adalah teman dari si Matic Girl itu. Dengan pandangan  sinis , dia pun menghampiri si mas yg masih meringis2 & menanyakan kronologis kejadian. Si mas pun menceritakan hal yg sama seperti yg diceritakan kepada kami sambil secara halus minta ganti rugi. Dan secara mengejutkan, si judes pun langsung mencak2 ngomong “LHO MASNYA INI GIMANA SIH, KOK NGGAK MAU NGALAH SAMA CEWEK. HARUSNYA MAS TUH NGALAH, GAK MALU APA ? MAU MENANG SENDIRI SAMA CEWEK.!!!”. BLAARR!!! kami semua (yg tadi pada nolongin)pun terkejut. Ini cewek dateng2 gak tau apa2 kok malah jadi marah2. Dasar orang aneh.

Tidak lama kemudian ada mobil sedan berhenti, & si sopir (dari bentuk badan & potongan cepak kayanya sih plokis) yg ternyata adalah teman si mbak juga menghampiri kami & langsung membentak bapake “UDAH,  SEKARANG MAS’ MAUNYA GIMANA?”” Lho… ini datang lagi orang aneh. Gak tau apa2 langsung maen bentak. Dengan hati yg disabar2kan, bapake pun menjelaskan kalo yg terlibat bukan saya, tapi si mas yg lagi duduk2 meringis kesakitan. Langsung tu cepak dibantu sama si judes menyerang si mas yg dengan wajah melas berusaha meyakinkan mereka. Melihat gelagat yg tidak sehat ini, teman bapake pun langsung mengajak pergi. Karena suatu masalah, jika ada campur tangan pihak2 lain yg tdk tahu persis kejadiannya pasti jadi semrawut. Kami semua pun pergi meninggalkan mereka. Dari dalam mobil, bapake liat si mas itupun akhirnya dengan terpincang-pincang menuntun motornya yg rusak parah. Sepertinya sih dia “kalah”. Mimpi apa ya dia semalem?. Udah motornya rusak, kaki luka, gak dapat ganti rugi lagi.

Di dalam mobil, bapake & teman2  pun membicarakan kejadian tadi.  Yg bikin bapake mikir itu adalah statement kalo cowok itu harus ngalah sama cewek.. benar2 aneh. Dalam beberapa situasi mungkin memang cowok itu harus ngalah sama cewek. karena sudah kodratnya bahwa cewek itu mahluk yg lemah sedang cowok itu harus gentle.

Tapi sadar mbak,,,, ini di jalanan. Gak ada istilah ladies first. Jalanan tak mengenal gender. Kalo nggak hati2 ya bakal celaka & mungkin juga mencelakakan orang lain..  Bukan mau memojokkan kaum hawa, tapi yakin deh, kalo semua kaum hawa berpikiran seperti si judes tadi, pasti bakal banyak korban berjatuhan..

Mungkin  itu yg membuat mayoritas Lady Biker cenderung selonong girl & seenaknya sendiri. Karena itulah bapake selalu berhati-hati jika di belakang kaum hawa yg lagi naik motor.

Pemikiran2  seperti itulah yang harus dirubah  demi keselamatan diri sendiri & orang lain. Kita sebagai orang terdekat harus bisa mengingatkan mereka untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan.

Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Bagaimana menurut brother & sister (kalo ada sih) semua? Mungkin  punya pengalaman yg sama? Monggo dishare…

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum…

NB : gambar nyomot punya eyang ali topan..

%d blogger menyukai ini: