Arsip Blog

Gerakan Tertib Berlalu Lintas, Bentuk Kampanye Keselamatan Berkendara Dari YAHM

Assalamu alaikum.

BapakeValkyla. Semakin bertambahnya jumlah kendaraan di jalan raya, tidak menutup kemungkinan bertambah juga jumlah kecelakaan yang terjadi. Entah itu karena mininmya pengetahuan berkendara, kelalaian atau faktor kondisi jalan yang jadi penyebabnya. Salah satu pabrikan motor yang konsisten dalam mengkampanyekan keselamatan berkendara adalah Astra Honda Motor (AHM) melalui Yayasan Astra Honda Motor (YAHM).

Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) melanjutkan kontribusinya dalam menciptakan budaya berkendara aman di jalan raya. Kali ini dilakukan dalam bentuk kampanye simpatik Gerakan Tertib Berlalu Lintas bersama media Kompas Group yaitu Otomania.comĀ dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korantas Polri). Read the rest of this entry

(FOTO) Sirkus Jalanan Yang Berbahaya Untuk Anak Kecil

Assalamu’alaikum…

 

Hari minggu kemarin (30/12) saat bapake di perjalanan mau kondangan ke Mranggen, bapake lihat ada seorang bapak & anak perempuannya yg baru saja beli container box dan membawanya naik motor.

Monggo dilihat spyshotnya ..

Miris & ngeri lihatnya. Seorang anak kecil dipaksa bawa barang yg lebarnya hampir di luar jangkauannya. Bahkan tidak pakai helm. Terlihat dari raut wajahnya yang kepayahan memegangi container box itu. Mbok ya mending kalau niat mau beli, anaknya gak usah diajak. Kan kalau sendirian bisa diikat di jok belakang dengan posisi memanjang ke belakang. Justru sepertinya lebih aman daripada dibawa dengan cara seperti di atas yang rawan terjadi kecelakaan.

Foto ini diambil sekitar jam 9.30 pagi di pasar Mranggen yang lalu lintasnya padat karena jalannya sempit. Apa si bapak gak khawatir anaknya jatuh atau nyenggol kendaraan lain ya??

Kalau sayang anak, harusnya tidak “menyiksa” anaknya seperti itu. Apa gak mikir ya kalau bisa aja si anak jatuh karena kecapekan atau hilang keseimbangan. Ntar kalau kejadian gitu baru nyesel nangis2…

Kasihan … šŸ˜¦

Bagaimana pendapat pembaca sekalian??

 

Wassalamu’alaikum….

 

Orang Pintar Tidak Akan Mainan HP Sambil Nyetir/Berkendara

Walaupun ponsel sudah jadi barang wajib orang2 sekarang, tapi alangkah lebih bijaksana jika ponsel tidak digunakan saat berkendara atau mengemudikan mobil.

Jika penting, menepilah saat ingin menjawab telpon atau membalas sms. Selain itu juga tidak disarankan mendengarkan musik saat berkendara/menyetir karena hanya akan mengganggu konsentrasi.

Jangan sampai anda jadi korban atau mengorbankan orang lain kecuali anda adalah orang TOLOL yg tidak menghargai nyawa anda sendiri ataupun orang lain..

Pict from Eyang Edo Rusyanto

Video Kecelakaan Mobil… Hati2 di Jalan Menurun

Assalamu’alaikum…

Pas lagi iseng2 lihat youtube, nemu satu video kecelakaan sebuah mobil pickup di jalanan yg menurun. Monggo dilihat videonya..

Dari video itu terlihat pickup dengan banyak penumpang di belakangnya tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Sopir tidak bisa mengendalikan mobil sehingga mobil itu oleng dan akhirnya terguling beberapa kali yg mengakibatkan penumpangnya terlempar. Bahkan yg di dalam mobil pun juga terlempar keluar.Ā Ada beberapa orang yg masih bisa bangun, tapi ada juga yg tergeletak tidak bergerak.

Bapake tidak tahu di mana lokasi video ini diambil & juga sebab pasti mengapa mobil itu terbalik tidak diketahui. Tapi dugaan bapake sih karena rem blong & jalanan yg menurun membuat sopir hilang kendali.

Sekedar mengingatkan saja…

selalu cek piranti kendaraan anda sebelum anda bepergian untuk meminimalisir resiko kecelakaan di jalanan. Baik itu mesin, roda, lampu2, klakson & yg paling vital adalah rem. Jika menemukan ada yg tidak beres, lebih baik dibenahi dulu..

Semoga bermanfaat…

Wassalamu’alaikum….

Anak Kecil Bawa Motor. Orangtuanya Sungguh Ter…..la….luu…..

Assalamu’alaikum…..

Artikel ini bermula dari cerita bundaValen beberapa hari yang lalu. Ceritanya begini…. šŸ˜€

Kantor tempat bunda berada di sebuah komplek perumahan di semarang. Nah, kalau istirahat, bunda & temannya sering makan di warung makan dekat sebuah perempatan di komplek itu. Saat makan di situ, bunda sering lihat ada anak kecil usia SD naik motor bebek lewat di jalan itu tanpa memakai helm. Mungkin saja rumah atau sekolahnya di dekat komplek perumahan situ. Lha yg bikin bunda heran, anak itu naik motor lumayan kencangĀ  untuk ukuran perumahan. Padahal tinggi anak itu belum ideal untuk mengendarai sepeda motor. Wong kalau mau berhenti aja anak itu harus turun dari jok & berdiri di dek tengah motornya.

Suatu hari saat bunda makan di situ, si anak lewat dengan “gagahnya”. Di depan bunda ada laki2 pengunjung warung yang berkomentar :

“Sangar ik. Isih cilik wis dicekeli motor. (Sangar… Masih kecil udah dibolehin bawa motor)”

Beberapa hari kemudian saat bunda makan di tempat yg sama, anak itu lewat lagi. Nah kali iniĀ  seorang bapak2 warga keturunan melihat sekilas & geleng2 kepala sambilĀ  berkomentar :

“Orangtuanya edan. Anak sekecil itu udah boleh bawa motor. Nanti kalau anaknya celaka baru nyesel. Mending kalau sendiri, lha kalau celakain orang lain??”

Dari pemikiran dua orang yang berbeda di atas, bapake cenderung setuju sama si bapak. Rasanya kok keterlaluan banget membiarkan anak kecil bawa motor sendiri. Padahal jelas2 anak usia SD pasti belum punya KTP/SIM. Menurut UU No 22 tahun 2009 pasal 81Ā  disebutkan bahwa

(1) Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77, setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan lulus ujian.
(2) Syarat usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan paling rendah sebagai berikut:
a. usia 17 (tujuh belas) tahun untuk Surat Izin Mengemudi A, Surat Izin Mengemudi C, dan Surat Izin Mengemudi D;

b. usia 20 (dua puluh) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B I; dan
c. usia 21 (dua puluh satu) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B II.

(3) Syarat administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk;
b. pengisian formulir permohonan; dan
c. rumusan sidik jari.

(4) Syarat kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter; dan
b. sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis.

(5) Syarat lulus ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. ujian teori;
b. ujian praktik; dan/atau
c. ujian keterampilan melalui simulator.
(6) Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan permohonan:
a. Surat Izin Mengemudi B I harus memiliki Surat Izin Mengemudi A sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan; dan
b. Surat Izin Mengemudi B II harus memiliki Surat Izin Mengemudi B I sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan.

Dari pasal di atas, menurut hukum anak kecil usia SD sudah jelas belum memenuhi syarat. Apalagi anak usia itu emosinya cenderung masih labil. Penguasaan atau reflek terhadap pengendalian motor saat ada insiden pasti masih rendah. Lha wong yang udah dewasa aja kadang2 suka emosi kok… Takutnya saat di jalan terjadi hal2 yg sifatnya spontan, si anak belum tentu bisa mengendalikan motornya.

Saran bapake sih mending janganlah kasih ijin buat anak bawa motor sendiri kalau belum saatnya. Sayang sih boleh saja, tapi sebagai orang tua kita harus bijak dalam menuruti setiap keinginan anak kita. Jangan sampai karena alasan sayang, trus kita jadi menyesal seumur hidup. Karena kita tidak bisa tahu apa yg akan terjadi di jalanan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum…..

 

NB : seperti biasa, gambar ambil dari google. šŸ˜€

%d blogger menyukai ini: