Arsip Blog

JALANAN TAK MENGENAL ISTILAH “LADIES FIRST”

Assalamu’alaikum…

Masih berkaitan dengan artikel sebelumnya tentang perilaku “selonong girl”,¬†kali ini bapake akan menceritakan pengalaman sewaktu ada insiden yg melibatkan 2 biker (mas & mbak). ya walaupun bukan bapake sendiri yg terlibat. Kejadiannya sendiri sudah agak lama tapi masih saya ingat persis. Lagian waktu itu belum punya blog dewe. ūüėÄ

Jadi ceritanya begini, pada suatu hari ada seorang pangeran bapake bersama 2 orang teman dalam perjalanan pulang dari Banyumanik menuju ke kantor di semarang bawah naik mobil box. Sampai di daerah sebelum gombel lama, di depan bapake ada 2 motor (bebek & matic) yg tahu2 sudah tergeletak di tengah jalan. Kami semua tidak tahu persis kejadiannya karena pandangan terhalang mobil di depan yg tetap meneruskan perjalanan. Dengan inisiatif menolong karena sedikit orang yg ada di sekitar, kami pun menepi & membantu meminggirkan motor2 yg tergeletak tersebut. Si matic, yg dekendarai mbak2, tidak begitu parah rusaknya. Hanya footstep belakang patah & bodi sedikit baret2. ridernya sendiri juga kayaknya gak papa.  Lha si bebek yg dikendarai mas2 lumayan parah. setang nekuk, sokbreker depan + segi3 yg melengkung, & pelek peyang. Kaki si rider juga terluka walaupun gak terlalu parah.

Setelah menepi, bapake & teman pun  menanyakan kronologis kejadian. Menurut si mbak, dia dari arah kota bawah bermaksud untuk menyeberang ke arah kanan menuju ke sebuah gang & sudah menyalakan sein. Sedang dari pengakuan si mas, si mbak tsb menyeberang secara mendadak tanpa melihat situasi & baru menyalakan lampu sein setelah belok. karena kecepatan yg lumayan tinggi, dia tidak mampu menghindari karena di sebelah kiri ada mobil (yg di depan mobil kami) sampai akhirnya menubruk si mbak tsb. Keduanya pun ngotot membenarkan alibi masing2.

ilustrasi lhoo...

Melihat situasi jalan yg merupakan jalur cepat karena jalan yg lebar,  sedikit menanjak, & juga marka yg menyambung tidak terputus,  analisa bapake sih si mbak yg salah. Karena setahu bapake, tidak diperbokehkan berbelok/menyebrang di jalan yg bermarka menyambung, paling tidak kita harus berjalan terus, cari marka yg putus2 baru kita boleh belok. CMIIW. Ya tapi walaupun begitu, bapake cuma batin aja karena tidak mau memperkeruh suasana. Bapake & teman2 pun menyarankan ke 2 belah pihak untuk membicarakan secara damai & kekeluargaan. Sepertinya mereka menunjukan tanda2 setuju. Si mbak  sendiri terlihat sedang mengSMS (mungkin) temannya, & si mas terduduk sambil mengelus-elus kakinya yg tidak mulus sama sekali.

Tidak lama kemudian datang 2 orang cewek yg berwajah lumayan manis (tapi terlihat judes) yg ternyata adalah teman dari si Matic Girl itu. Dengan pandangan ¬†sinis , dia pun menghampiri si mas yg masih meringis2 & menanyakan kronologis kejadian. Si mas pun menceritakan hal yg sama seperti yg diceritakan kepada kami sambil secara halus minta ganti rugi. Dan secara mengejutkan, si judes pun langsung mencak2 ngomong “LHO MASNYA INI GIMANA SIH, KOK NGGAK MAU NGALAH SAMA CEWEK. HARUSNYA MAS TUH NGALAH, GAK MALU APA ? MAU MENANG SENDIRI SAMA CEWEK.!!!”. BLAARR!!! kami semua (yg tadi pada nolongin)pun terkejut. Ini cewek dateng2 gak tau apa2 kok malah jadi marah2. Dasar orang aneh.

Tidak lama kemudian ada mobil sedan berhenti, & si sopir (dari bentuk badan & potongan cepak kayanya sih plokis) yg ternyata adalah teman si mbak juga menghampiri kami & langsung membentak bapake “UDAH, ¬†SEKARANG MAS’ MAUNYA GIMANA?”” Lho… ini datang lagi orang aneh. Gak tau apa2 langsung maen bentak. Dengan hati yg disabar2kan, bapake pun menjelaskan kalo yg terlibat bukan saya, tapi si mas yg lagi duduk2 meringis kesakitan. Langsung tu cepak dibantu sama si judes menyerang si mas yg dengan wajah melas berusaha meyakinkan mereka. Melihat gelagat yg tidak sehat ini, teman bapake pun langsung mengajak pergi. Karena suatu masalah, jika ada campur tangan pihak2 lain yg tdk tahu persis kejadiannya pasti jadi semrawut. Kami semua pun pergi meninggalkan mereka. Dari dalam mobil, bapake liat si mas itupun akhirnya dengan terpincang-pincang menuntun motornya yg rusak parah. Sepertinya sih dia “kalah”. Mimpi apa ya dia semalem?. Udah motornya rusak, kaki luka, gak dapat ganti rugi lagi.

Di dalam mobil, bapake & teman2  pun membicarakan kejadian tadi.  Yg bikin bapake mikir itu adalah statement kalo cowok itu harus ngalah sama cewek.. benar2 aneh. Dalam beberapa situasi mungkin memang cowok itu harus ngalah sama cewek. karena sudah kodratnya bahwa cewek itu mahluk yg lemah sedang cowok itu harus gentle.

Tapi sadar mbak,,,, ini di jalanan. Gak ada istilah ladies first. Jalanan tak mengenal gender. Kalo nggak hati2 ya bakal celaka & mungkin juga mencelakakan orang lain..  Bukan mau memojokkan kaum hawa, tapi yakin deh, kalo semua kaum hawa berpikiran seperti si judes tadi, pasti bakal banyak korban berjatuhan..

Mungkin  itu yg membuat mayoritas Lady Biker cenderung selonong girl & seenaknya sendiri. Karena itulah bapake selalu berhati-hati jika di belakang kaum hawa yg lagi naik motor.

Pemikiran2  seperti itulah yang harus dirubah  demi keselamatan diri sendiri & orang lain. Kita sebagai orang terdekat harus bisa mengingatkan mereka untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan.

Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Bagaimana menurut brother & sister (kalo ada sih) semua? Mungkin ¬†punya pengalaman yg sama? Monggo dishare…

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum…

NB : gambar nyomot punya eyang ali topan..

%d blogger menyukai ini: