Arsip Blog

Honda Supra X125 FI dan Honda BeAT Raih Predikat Motor Terbaik

Motor skutik Honda BeAT dan motor bebek Honda Supra X 125 FI kembali dinobatkan sebagai motor terbaik di segmennya masing-masing pada ajang Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2017. Penghargaan ini sekaligus mengukuhkan posisi kedua motor Honda ini sebagai motor pilihan konsumen di Tanah Air. Read the rest of this entry

Iklan

New Fino 125 Blue Core : Smart, Beauty & Stylish Dengan Ban Tubeless Tapak Lebar

New Fino 125 Blue Core kini tampil dengan gaya baru. Motor 125cc ini hadir dengan ban bertapak lebar tipe tubeless (ban depan 80/80-14M/C 43P dan ban belakang 100/70-14M/C 51P) yang akan membuat Fino Lovers semakin nyaman berkendara di segala kondisi jalan. Dengan ban lebar berkendara makin stabil. Dan lebih nyaman dengan ban tubeless, karena tekanan ban selalu terjaga dan tidak cepat berkurang meski tertusuk benda tajam. Read the rest of this entry

Gathering Nasional Memperingati HUT ke 6 Honda PCX Club Indonesia

Para pecinta motor skutik premium, Honda PCX menggelar Gathering Nasional (Gatnas) sebagai ajang silaturahmi nasional sekaligus upaya mempererat persaudaraan antar sesama pecinta Honda PCX. Kali ini Pantai Pangandaran, Jawa Barat menjadi lokasi pilihan bersatunya para pemilik Honda PCX yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air. Read the rest of this entry

Waspada Penjambretan Saat Riding

Assalamu’alaikum….

Apa kabar bro n sis semua?

Tulisan kali ini masih ada hubungan dengan artikel bapake sebelumnya tentang berkendara aman buat cewek. Yang akan bapake bahas adalah tentang bahaya penggunaan tas cangklong/tangan atau apalah nyebutnya. Soale bapake gak pernah pakai. :mrgreen:

Ada kejadian yg kurang menyenangkan menimpa salah satu rekan kerja bapake. Sebut saja namanya Ibu Dwi. Beliau adalah kabag gudang di tempat bapake bekerja.

Pada hari rabu tanggal 28 Maret kemarin, di tempat bapake kerja diadakan penghitungan stok alias stock opname yg dimulai pada jam 05.00 pagi. Karena Ibu Dwi yg dipasrahi kunci gerbang toko, maka beliau berangkat agak pagian. Sekitar jam 04.30, beliau berangkat diantar oleh suami tercinta. Sebagaimana lazimnya ibu2 kalau membonceng motor, beliau duduk menyamping sambil membawa tas di pundak, berjalan menyusuri jalanan yg masih sepi.

Tiba2 mereka dipepet 2 orang berboncengan motor yg langsung menarik tas yg dibawa Ibu Dwi. Mengingat tanggungjawabnya yg besar karena membawa kunci toko, beliau mempertahankan tasnya agar tidak dibawa kabur jambret sialan itu. Terjadilah tarik-menarik yg mengakibatkan beliau & suaminya kehilangan keseimbangan & akhirnya terjatuh dari motor. Sementara si jambret kabur tanpa berhasil membawa tas beliau.

Menurut pengakuan beliau, sebenarnya di dalam tasnya tidak ada barang yg berharga. Tapi karena  membawa kunci gerbang, jadi tas itu dipertahankan sampai beliau jatuh bangun cinta tanah air. :mrgreen:

ilustrasi yg ngambil dari google

Sebelum Ibu Dwi, ada karyawan lain yg juga mengalami penjambretan saat riding malam2 pulang kerja. Bahkan adik teman bapake juga ada yg mengalami kejadian serupa.

Memang dari segi keamanan, membawa tas cangklong yg ditarurh di pundak + duduk menyamping saat membonceng sebenarnya tidak disarankan. Bahkan bapake pernah lihat ada cewek yg menaruh tasnya di setang sebelah kiri.  Selain mengganggu keseimbangan, juga rawan terjadi penjambretan. Karena umumnya jambret mengincar tas yg dibawa kaum hawa yg riding sendiri ataupun yg membonceng dengan duduk menyamping. Ibaratnya kayak kucing lihat iwak peyek. Jika terjadi tarik-menarik, pasti korban akan jatuh karena kehilangan keseimbangan.

Tidak usah beralasan “ah.. isi tas saya gak ada barang berharganya kok”.. Namanya jambret itu tidak seperti superman yg punya mata super bisa liat tembus pandang. Kalau melihat tas yg gampang direbut, yaa… langsung disikat. Gak peduli isinya apa. Wong kasus Ibu Dwi di atas aja mungkin dikiranya si jambret, beliau itu mau kulakan ke pasar karena berangkat pagi2 bawa tas.

berbahaya jika membawa tas seperti ini...

Sedikit saran dari bapake…

  • Pakai tas model ransel atau selempang
  • Jika terpaksa membawa tas seperti model cangklong,  alangkah baiknya jika tas dijepit di antara rider & pembonceng. Mungkin bagi sebagian kaum adam, cara seperti itu sangat mengganggu dalam merasakan “sentuhan2″ halus dari belakang. Silakan dipilih aja, mau dapet yg empuk2 tapi tas dijambret atau mau aman tapi ngganjel??
  • Tutupi saja tas dengan jaket. Jadi tas dicangklong dulu, baru pakai jaket. Tapi cara ini berlaku buat yg jaketnya agak longgar. Kalau jaketnya yg model press body, tas dimodif jadi model selempang dengan cara diikat pakai rafia di kedua sisi, kemudian tinggal diselempangkan di pundak, baru pakai jaket. Memang tidak modis sama sekali, tapi yg penting tetep aman.
  • Jika berboncengan pakai motor matik, taruh saja tas di dek terus tutup dengan kedua kakai. Atau bisa juga ditaruh di cantolan barang di bawah jok bagian depan. Ada matik tertentu yg punya cantolan seperti itu.
  • Cara terakhir yg paling aman tapi mahal, beli saja motor yg ada embel2 fitur helm ini atau bagasi segede gaban. Tinggal masukan saja tas ke dalam bagasi. Aman deh…

tas model gini masih lebih aman...
*gambar ambil punya om taufik 😀

Yah.. namanya kejahatan, bisa datang kapan saja & tidak pandang bulu. Selain membawa tas seperti itu, riding atau berhenti di bangjo sambil mainan hp juga berbahaya lho. Sebisa mungkin jangan memancing kejahatan saat berada di jalan raya. Demi kenyamanan & keselamatan, tidak ada salahnya jika kita berusaha meminimalisir hal2 buruk yg akan terjadi. 

Silakan dishare ke ibu, istri, pacar, kakak, adik, temen, atau selingkuhan juga boleh.. Kalau ada saran tambahan, monggo dishare di kolom komentar… Jangan di kolom yg lain lho. 😀

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum…..

%d blogger menyukai ini: