Arsip Blog

Warga Perumahan Elit….. Tapi Otaknya Seuprit….

Assalamu’alaikum…..

Setelah beberapa lama vakum, akhirnya sekarang bisa nulis artikel juga. 😀

Sebenarnya artikel ini dibuat karena akumulasi kekesalan bapake pada beberapa warga salah 1 perumahan elit di Semarang.

Ceritanya begini anak2…..

Tadi pagi sekitar jam 8, bapake nganter bunda berangkat kerja ke kantornya yg terletak di perumahan Semarang Indah.  Nah.. memasuki komplek perumahan itu, ada 1 perempatan yg di tengahnya terdapat bundaran kecil.

ilustrasinya kayak gini
ngambil dari gugel..

Bapake mau jalan lurus karena kantor bunda di rumah paling pojok. Tiba2 bapake dikejutkan oleh 1 mobil yang keluar dari arah kiri & langsung belok ke kanan alias ke arah bapake. Padahal di bundaran itu ada rambu2 perintah yg mengharuskan memutar dulu kalau mau belok ke kanan. Rambu2nya kayak gini nih :

Namanya juga orang kaget, bapake spontan pencet klakson sambil melotot. Tapi  lidahnya gak sampe melet2 lho. Si driver pun cuma diem saja. Dalam hati bapake cuma bilang.. “sabaar… wong gak sampai ditubruk kok. Kalo ketubruk, baru keluarin jurus2 mautnya” 😀

Nah, mungkin pembaca pada mikir ya..

“baru juga 1x & gak sampai terjadi insiden. ngapain kesel”

lha perlu pembaca semua ketahui (halah…), bapake sudah mengalami hal seperti ini sebanyak 5x. Dari ke 5 kejadian itu perinciannya seperti ini, 2x hampir ciuman sama motor, 3x sama mobil, 3x ke arah masuk, 2x ke arah keluar, 4x sama laki-laki, 1x sama perempuan.  Makanya bapake kesel. Masih mending kalau ciuman sama Angel Cherrybelle.

Arti rambu2 itu adalah jika kita mau belok ke kanan, kita harus memutar dulu melewati bundaran baru boleh belok kanan. Tapi pada prakteknya, warga di situ justru langsung belok ke kanan tanpa harus memutar dulu. Jadi, rambu2 itu dipasang untuk apa??  buat pajangan biar terlihat keren karena ini perumahan orang2 kaya? atau rambu2 itu berlaku untuk orang luar alias selain warga perumahan itu.. Gak mungkinlah wong gerang daplok  kaya mereka gak tahu arti rambu tersebut.  Jangan2 SIMnya nembak ya… 😈

Karena gak cuma 1x ngalamin yg seperti ini, maka bapake simpulkan kalau mereka itu, biarpun  orang kaya, pengusaha, berduit, bisa beli mobil mewah, tapi cara berkendara mereka cenderung seenaknya & membahayakan orang lain.. Walaupun tidak semuanya seperti itu. 

Coba kalau tidak sempat ngerem, kan orang lain yg celaka.

Yah… moga2 saja mereka cepet sadar kalo gaya berkendara atau menyetir mereka yg sruntulan itu bisa membahayakan orang lain. Gak perlulah nunggu sampai terjadi hal2 yg tidak menyenangkan.

Barangkali ada yg pernah mengalami hal yg sama? monggo dishare…

Semoga bermanfaat.. Mohon maaf kalau ada yg tersungging.. eh..tersinggung 😀

Wassalamu’alaikum…

Bonus yg bening2 ah.. biar adem

unyu-unyu deh.. :mrgreen:

Iklan

MELAWAN ARUS… Tindakan Berbahaya Yg Malah Jadi Budaya

Assalamu’alaikum…

Di jalanan sering kita temui pengendara yg suka melanggar aturan lalu-lintas. Baik itu pengendara motor ataupun pengemudi mobil. Salah satunya adalah melawan arus atau kontra flow. Tindakan ini memang seringnya dilakukan oleh pengendara motor.

Sering banget bapake temui yg seperti itu di sekitar tempat tinggal bapake. Tepatnya di Jl. Indraprasta. Dulu memang jalan ini 2 arah, tapi karena kemacetan yg sering terjadi di bundaran banjirkanal barat pada jam2 sibuk, maka sejak bulan Maret 2011 jalan ini dibuat 1 arah seperti yg diberitakan di sini.

ngelawan arus karena males memutar

portal pada saat awal2 pemberlakuan jalan 1 arah

Pada awalnya jalan ditutup memakai portal tepat di perempatan lampu merah jl. Indraprasta-jl. Imam Bonjol. Tapi saat itu masih banyak juga yg ndablek membuka portal itu untuk dilewati. Biasanya sih yg nekat membuka adalah para tukang becak. Ujung2nya banyak pengendara yg nekat masuk & melawan arah.

Sekarang memang portal itu sudah tidak ada seiring dengan sosialisasi yg dilakukan pihak kepolisian & dinas perhubungan. Bahkan tiap pagi selalu dijaga sama polisi. Tapi menjelang sore pasti banyak pengendara motor, sepeda & tukang2 becak yg melawan arus secara berjamaah.

Pernah waktu bapake berhenti di lampu merah pada sore hari. Posisi bapake ada di barisan paling depan & ada celah sedikit di sebelah kanan yg cukup untuk dilewati motor. Tiba2 ada bapak2 pake motor bebek nekat menerobos masuk walaupun banyak kendaraan yg berhenti. Bapake coba negur dengan halus & sopan..

pak, inikan jalan 1 arah. kok bapak nekat masuk sini?”

dengan mata melotot kayak kucing keselek tikus,  si bapak bilang..

biarin mas.. rumah saya deket sini. Lagian gak ada polisi. Ngapain situ nglarang2. Kalo nabrak juga saya yg nanggung” 

Weleh…. 😯  Sabaaarr…. Sabaaarr…

Itu baru 1 orang yg punya pemikiran kayak gitu. Lha kalau 1000?? Gimana negara ini mau maju??

Para pelanggar itu semakin banyak jika sudah malam hari. Tanpa mempedulikan keselamatannya, mereka beramai-ramai melawan arus walaupun banyak mobil2 yg melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Entah itu tua-muda, cewek-cowok, pegawai kantoran atau kuli bangunan, anak kuliahan ataupun yg gak lulus SD pun  sama2 melanggar. Sepertinya mereka punya pemikiran yg sama. Rata2 pelakunya adalah pengendara motor. Mobil sih pasti mikir2 kalau mau seperti itu.

Contoh lain ada di foto ini

Awalnya, si cewek matik & bebek di depannya berjalan menuju arah barat ( sesuai rambu2 anak panah). Lalu mereka berhenti & menyeberang masuk ke arah bapake. Padahal di situ sudah jelas ada rambu2 larangan ( lingkaran merah ). Selain itu juga menyeberang di wilayah itu cukup berbahaya karena rata2 kendaraan melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Ada lagi seperti di foto bawah ini

Kalau ini sudah jelas. Rambu2 hanya sebagai pajangan saja.

Agak disayangkan memang jika kebanyakan para biker punya pikiran sama seperti bapak2 di atas. Seolah-olah sudah menjadi budaya, kalau tidak ada polisi boleh melanggar. Atau karena rumahnya dekat, jadi males kalau harus memutar & lebih memilih untuk melawan arus. Peraturan dibuat untuk dilanggar & rambu2 hanya sebagai pajangan saja.

Sebenernya bukan masalah ada polisi atau tidak, tapi apakah mereka itu tidak menyadari kalau tindakan mereka  cukup berbahaya. Baik  bagi diri mereka sendiri atau orang lain. Bahkan sering juga bapake liat di antara para pelanggar itu ada yg membawa anak kecil. Gimana kalau pas lagi apes, mereka terserempet mobil atau kendaraan yg lain & terluka parah. Mau nyalahin siapa coba? Apa tidak ada yg mikir kayak gitu ya?? Pemikiran2 seperti itulah yg harus dirubah demi kebaikan bersama.

Rumah bapake sendiri sebenernya ada di antara jalan 1 arah itu. Tapi bapake lebih memilih memutar daripada melawan arus seperti itu.. Karena ya itu tadi, khawatir kalau tiba2 terserempet mobil atau motor yg arahnya sudah benar. Bukan karena takut sama polisi. Yang penting demi keselamatan bersama.

Bukannya bapake merasa sok suci atau yg paling benar, tapi alangkah indahnya jika semua pemakai jalan, entah itu biker, mobilis, tukang becak atau pejalan kaki, pengendara sepeda, bisa tertib & saling menghormati satu sama lain. Pastilah kita bisa riding tanpa ada perasaan was-was.

Berusaha tertib demi kenyamanan & keselamatan bersama itu tidak ada salahnya kan??

Monggo dishare pendapat & pengalaman brother semua…

Semoga bermanfaat.

Sekian & terima kasih

Wassalamu’alaikum..

%d blogger menyukai ini: