Arsip Blog

(Just Share) Gantungan Kunci

Posting yang ringan2 aja deh.. ūüėÄ

Semua udah pada tahu kan apa itu gantungan kunci. Selain untuk menghias kunci, fungsinya juga sebagai tanda pengenal atau membedakan dari masing2 kunci. Misalnya untuk kunci pintu rumah, kunci kontak, atau kunci gembok biasanya diberi gantungan kunci yang berbeda biar gampang dicari. Walaupun ada juga yg semua kunci dijadikan satu.

Read the rest of this entry

Ban Cacing = ALAY ?

Alay….

Pasti kita sering mendengar istilah itu.. Beberapa waktu lalu bahkan sampai sekarang di dunia blogger masih rame membahas tentang alay. Entah itu motor alay, rider alay atau alay2 yg lain.

Kali ini bapake coba membahas tentang alay ini dari sudut pandang bapake.

Apa itu alay?

Setahu bapake, alay yg merupakan singkatan dari anak layangan pada awalnya diperuntukkan bagi anak2 muda yg gemar menonton acara musik di studio. Kebanyakan mereka berdiri di belakang artis2 yg sedang tampil, dengan dandanan heboh (bisa dibilang norak) khas anak muda (sok) gaul. Malah terkadang dandanan mereka tidak sesuai dengan tampang mereka. terutama buat cowoknya.. Misal, kulitnya item tapi pake baju ngejreng yg nyulek mata, atau rambut dicat kuning genjreng kaya mau kampanye gitchu…

Kenapa disebut anak layangan?

Anak layangan atau anak2 yg suka main layang2 biasanya bertampang dekil, dengan kulit kehitaman & rambut merah terbakar matahariMelihat dari kota asal sebutan ini dilahirkan, yaitu Jakarta yg notabene adalah kota besar yg jarang sekali ditemui anak2 yg main layangan kecuali di kampung pinggiran, maka secara tidak langsung sebutan alay ini bisa diartikan sebagai anak kampungan alias norak..

Alay = Anak Lebay

Selain anak layangan, alay juga bisa diartikan sebagai anak lebay alias bertindak berlebihan. Misalnya, dari dandanan yg hebih, cara bicara yg cenderung dibuat-buat, ataupun cara menulis sms yg campur aduk antara huruf kapital, huruf kecil, angka2 & tanda baca digabung jadi satu. Jujur, bapake kadang mumet kalo baca tulisan2 alay itu. Apa mungkin alay itu sejenis alayien ya?? Mungkin terkesan gaul bagi mereka, tapi bagi sebagian orang justru membingungkan..

Alay dalam bermotor

Nah, berhubung blog2 yg heboh membahas alay adalah blog roda 2, maka bapake hanya membahas tentang alay dalam bermotor saja.

Menurut kacamata bapake, dari beberapa blog yg sering bapake kunjungi istilah Alay dalam bermotor cenderung lebih ke hal2 yg negatif. Misalnya gaya modif yg kurang memperhatikan unsur safety & merugikan pengendara lain seperti pemakaian ban cacing, melepas spion, pemakaian knalpot cempreng yg suaranya aja lebih kenceng daripada kecepatan motornya, pakai mika stoplamp warna putih atau melepas fender belakang. Selain itu gaya berkendaranya juga cenderung membahayakan orang lain, sruntulan, tidak menyalakan lampu utama pada malam hari, belok tanpa sein, sampai berjalan tidak beraturan alias zig-zag.. Rata2 biker alay ini adalah anak2 muda labil alias ababil walaupun tidak menutup kemungkinan ada orang dewasa yg alay juga.

Kenapa memakai ban cacing = alay ?

Pada awalnya pemakaian ban tipis alias ban cacing ini lebih dikhususkan untuk motor2 yg turun dalam ajang drag bike resmi. Yah.. namanya motor drag, sebisa mungkin bobot motor dikurangi biar larinya kenceng.. Gak cuma pakai ban tipis aja, tapi ada juga yg sampai membolongi rangka. Sah2 saja, wong balap resmi kok…

Sedang tren ban tipis untuk harian sebenernya sudah ada sejak 5-8 th yg lalu. Tidak bisa dipungkiri, peran media terutama media cetaklah yg bertanggungjawab dalam penyebaran virus ban tipis ini. Bapake dulu berlangganan salah satu tabloid motor yg jadi anggota grup Jawa Pos. Artikel2 modifnya lebih sering menampilkan motor2 berban tipis yg katanya modif ala thailand alias Mothai. Bahkan ¬†selalu menekankan kata2 gaul dalam artikel itu. Yah gak heran jika sekarang pakai ban tipis itu jadi tren ¬†biar gaul. Gak anak2 sekolah, mahasiswa, karyawan, bahkan polisi juga ada. Gak cuma motor bebek atau matik, bahkan motor sport yg bodinya gede saja dipasangi ban tipis. Lha yo ora imbang to le… ¬†Selain gaul, katanya juga biar tarikannya enteng, larinya bisa kenceng. Salah kaprah tuh…

Pabrikan sudah merancang spek ban yg dipasang pada motor2 produksinya sesuai dengan bobot & kemampuan mesinnya. Lha kok malah diganti lebih kecil.. Mengganti ban standar dengan ban tipis selain berbahaya buat diri sendiri juga bisa membahayakan orang lain. Karen  semakin kecil ban yg dipakai, semakin berkurang juga tapak ban yg kontak dengan aspal. Untuk dipakai menikung juga  berbahaya karena cengkeraman tapak ban yg minim. Kalau pas nikung terus terpeleset & jatuh.. Rugi sendiri kan? Kalau jatuh sendiri sih masih mending karena resiko ditanggung sendiri. Kalau jatuhnya menyeret orang lain? Selain rugi sendiri juga merugikan orang lain.  Itulah kenapa banyak yg anti dengan ban cacing.Selain itu fungsi ban adalah untuk membantu sokbreker meredam guncangan saat melewati jalan yg bergelombang. Lha kalau ban tipis kejeblos lubang bakal ndlosor dengan sukses. Minimal pelek peyanglah.

nyomot punya pakdhe maskur

“halah… gak apa2 pakai ban tipis. Kan jalannya pelan2..”

Bapake rasa tidak mungkin seorang biker akan jalan pelan seterusnya.. Pegel cuy… Tetap adakalanya pengen kenceng juga. Wong bapake juga sering liat motor ban tipis jalannya kenceng kok.

Sekali lagi, alay bukan cuma soal ban kecil. Tapi lebih ke attitude dalam berkendara yg membahayakan orang lain. Motor dengan ban gede kalau jalannya sruntulan & menyerobot jalur orang lain bisa disebut alay juga.

Tren ini tidak bisa serta merta dihilangkan. Perlu peran berbagai pihak. Selain aparat yg harus lebih tegas, media juga harus bisa menampilkan artikel2 yg lebih mengutamakan safety dalam berkendara maupun dalam memodif kendaraan. Termasuk blogger juga lho. Bahkan mungkin penjual ban tipis juga harus tegas. Gak boleh beli ban cacing kalo gak bisa nunjukin KIS khusus balap drag ( ngimpi kali yeee :mrgreen: )

Mungkin seiring usia & tuntutan hidup, para alay itu akan sadar & kembali memasang piranti standar motornya masing2.

Bukannya sok suci atau merasa paling benar, tapi hanya berusaha tertib demi kenyamanan & keselamatan bersama.

Semoga bermanfaat..

Kalo yg alay kaya gini gimana yaa???

 

MELAWAN ARUS… Tindakan Berbahaya Yg Malah Jadi Budaya

Assalamu’alaikum…

Di jalanan sering kita temui pengendara yg suka melanggar aturan lalu-lintas. Baik itu pengendara motor ataupun pengemudi mobil. Salah satunya adalah melawan arus atau kontra flow. Tindakan ini memang seringnya dilakukan oleh pengendara motor.

Sering banget bapake temui yg seperti itu di sekitar tempat tinggal bapake. Tepatnya di Jl. Indraprasta. Dulu memang jalan ini 2 arah, tapi karena kemacetan yg sering terjadi di bundaran banjirkanal barat pada jam2 sibuk, maka sejak bulan Maret 2011 jalan ini dibuat 1 arah seperti yg diberitakan di sini.

ngelawan arus karena males memutar

portal pada saat awal2 pemberlakuan jalan 1 arah

Pada awalnya jalan ditutup memakai portal tepat di perempatan lampu merah jl. Indraprasta-jl. Imam Bonjol. Tapi saat itu masih banyak juga yg ndablek membuka portal itu untuk dilewati. Biasanya sih yg nekat membuka adalah para tukang becak. Ujung2nya banyak pengendara yg nekat masuk & melawan arah.

Sekarang memang portal itu sudah tidak ada seiring dengan sosialisasi yg dilakukan pihak kepolisian & dinas perhubungan. Bahkan tiap pagi selalu dijaga sama polisi. Tapi menjelang sore pasti banyak pengendara motor, sepeda & tukang2 becak yg melawan arus secara berjamaah.

Pernah waktu bapake berhenti di lampu merah pada sore hari. Posisi bapake ada di barisan paling depan & ada celah sedikit di sebelah kanan yg cukup untuk dilewati motor. Tiba2 ada bapak2 pake motor bebek nekat menerobos masuk walaupun banyak kendaraan yg berhenti. Bapake coba negur dengan halus & sopan..

pak, inikan jalan 1 arah. kok bapak nekat masuk sini?”

dengan mata melotot kayak kucing keselek tikus,  si bapak bilang..

biarin mas.. rumah saya deket sini. Lagian gak ada polisi. Ngapain situ nglarang2. Kalo nabrak juga saya yg nanggung”¬†

Weleh…. ūüėĮ ¬†Sabaaarr…. Sabaaarr…

Itu baru 1 orang yg punya pemikiran kayak gitu. Lha kalau 1000?? Gimana negara ini mau maju??

Para pelanggar itu semakin banyak jika sudah malam hari. Tanpa mempedulikan keselamatannya, mereka beramai-ramai melawan arus walaupun banyak mobil2 yg melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Entah itu tua-muda, cewek-cowok, pegawai kantoran atau kuli bangunan, anak kuliahan ataupun yg gak lulus SD pun  sama2 melanggar. Sepertinya mereka punya pemikiran yg sama. Rata2 pelakunya adalah pengendara motor. Mobil sih pasti mikir2 kalau mau seperti itu.

Contoh lain ada di foto ini

Awalnya, si cewek matik & bebek di depannya berjalan menuju arah barat ( sesuai rambu2 anak panah). Lalu mereka berhenti & menyeberang masuk ke arah bapake. Padahal di situ sudah jelas ada rambu2 larangan ( lingkaran merah ). Selain itu juga menyeberang di wilayah itu cukup berbahaya karena rata2 kendaraan melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Ada lagi seperti di foto bawah ini

Kalau ini sudah jelas. Rambu2 hanya sebagai pajangan saja.

Agak disayangkan memang jika kebanyakan para biker punya pikiran sama seperti bapak2 di atas. Seolah-olah sudah menjadi budaya, kalau tidak ada polisi boleh melanggar. Atau karena rumahnya dekat, jadi males kalau harus memutar & lebih memilih untuk melawan arus. Peraturan dibuat untuk dilanggar & rambu2 hanya sebagai pajangan saja.

Sebenernya bukan masalah ada polisi atau tidak, tapi apakah mereka itu tidak menyadari kalau tindakan mereka  cukup berbahaya. Baik  bagi diri mereka sendiri atau orang lain. Bahkan sering juga bapake liat di antara para pelanggar itu ada yg membawa anak kecil. Gimana kalau pas lagi apes, mereka terserempet mobil atau kendaraan yg lain & terluka parah. Mau nyalahin siapa coba? Apa tidak ada yg mikir kayak gitu ya?? Pemikiran2 seperti itulah yg harus dirubah demi kebaikan bersama.

Rumah bapake sendiri sebenernya ada di antara jalan 1 arah itu. Tapi bapake lebih memilih memutar daripada melawan arus seperti itu.. Karena ya itu tadi, khawatir kalau tiba2 terserempet mobil atau motor yg arahnya sudah benar. Bukan karena takut sama polisi. Yang penting demi keselamatan bersama.

Bukannya bapake merasa sok suci atau yg paling benar, tapi alangkah indahnya jika semua pemakai jalan, entah itu biker, mobilis, tukang becak atau pejalan kaki, pengendara sepeda, bisa tertib & saling menghormati satu sama lain. Pastilah kita bisa riding tanpa ada perasaan was-was.

Berusaha tertib demi kenyamanan & keselamatan bersama itu tidak ada salahnya kan??

Monggo dishare pendapat & pengalaman brother semua…

Semoga bermanfaat.

Sekian & terima kasih

Wassalamu’alaikum..

%d blogger menyukai ini: