Arsip Blog

SUZUKI BIKE MEET : Ajang Silaturahmi Para Rider Suzuki

BapakeValkyla – Masih dalam rangkaian acara launching motor baru Suzuki GSX series setelah sebelumnya diadakan acara gathering bersama blogger dan media, kemudian launching resmi Suzuki GSX di hotel Ciputra. Hari sabtu tanggal 18 Maret kemarin diadakan acara SUZUKI BIKE MEET di Halaman Kantor Gubernur Jl. Pahlawan Semarang.

GSX150S

GSX150S

Read the rest of this entry

(Just Share) Gantungan Kunci

Posting yang ringan2 aja deh.. 😀

Semua udah pada tahu kan apa itu gantungan kunci. Selain untuk menghias kunci, fungsinya juga sebagai tanda pengenal atau membedakan dari masing2 kunci. Misalnya untuk kunci pintu rumah, kunci kontak, atau kunci gembok biasanya diberi gantungan kunci yang berbeda biar gampang dicari. Walaupun ada juga yg semua kunci dijadikan satu.

Read the rest of this entry

Shroud New Vixion Kegedean?? Bisa Jadi Demi Fungsionalitas

Assalamu’alaikum…

Bahas New Vixion lagi nih. Soalnya yang sudah kelihatan wujudnya baru motor jagoan Yamaha ini.

Kalau kemarin bahas soal Chain Puller, sekarang bahas soal Shroud Tank alias sayap tangki. Banyak yang bilang kalau shroud tangki New Vixion ini kegedean, wagu atau apalah.

Setahu bapake, fungsi shroud itu sendiri sebenarnya untuk menangkap & mengarahkan angin menuju ke radiator saat motor melaju sehingga pendinginan radiator bisa maksimal. Selain itu juga bisa mempercantik penampilan motor karena banyak juga motor sport tak beradiator yang juga mengaplikasi shroud tank ini.

Bisa jadi shroud sengaja dibikin besar untuk memaksimalkan fungsinya. Logikanya, semakin besar dimensi shroud, maka volume angin yg ditangkap & diarahkan ke radiator  semakin banyak. Jika dibandingkan dengan gen lawas memang lebih besar milik New Vixion. Tapi coba bandingkan dengan  Kawasaki Ninja 150.

from kang mulyanto hourex

Sama besarnya kan?

Sengaja bapake bandingkan dengan Ninja 150 karena dua motor ini sama-sama berpendingin radiator. Kalau di motor lain yang berpendingin udara sih tidak berpengaruh banyak karena hanya sebagai pemanis tampilan. Jadi menurut bapake shroud besar tidak masalah, yang penting desainnya tidak kaku & berfungsi maksimal. Untuk lebih jelasnya sih nunggu dilaunching dulu aja. 😀

Bagaimana menurut pembaca ? Monggo urun rembuk.

Wassalamu’alaikum…

(VIDEO) Konvoi Tukang Parkir & Tukang Es

Assalamu’alaikum..

Semalam saat pulang dari Kaliwungu, ketemu rombongan tukang parkir & tukang es yang lagi konvoi.

Kenapa disebut tukang parkir? karena konvoi pakai stick lamp

Kenapa disebut tukang es ? karena konvoi sambil klakson berulang-ulang bikin kendaraan lain jadi empet. :mrgreen:

Sepanjang jalan dari bunderan Banjirkanal sampai menuju ke arah Johar mereka mengacung-acungkan stick lamp & membunyikan klakson.

Monggo disimak videonya..

bagaimana menurut pembaca sekalian???

Wassalamu’alaikum

NB : video direkam oleh boncenger  dengan posisi HP di depan rider

Anak Kecil Bawa Motor. Orangtuanya Sungguh Ter…..la….luu…..

Assalamu’alaikum…..

Artikel ini bermula dari cerita bundaValen beberapa hari yang lalu. Ceritanya begini…. 😀

Kantor tempat bunda berada di sebuah komplek perumahan di semarang. Nah, kalau istirahat, bunda & temannya sering makan di warung makan dekat sebuah perempatan di komplek itu. Saat makan di situ, bunda sering lihat ada anak kecil usia SD naik motor bebek lewat di jalan itu tanpa memakai helm. Mungkin saja rumah atau sekolahnya di dekat komplek perumahan situ. Lha yg bikin bunda heran, anak itu naik motor lumayan kencang  untuk ukuran perumahan. Padahal tinggi anak itu belum ideal untuk mengendarai sepeda motor. Wong kalau mau berhenti aja anak itu harus turun dari jok & berdiri di dek tengah motornya.

Suatu hari saat bunda makan di situ, si anak lewat dengan “gagahnya”. Di depan bunda ada laki2 pengunjung warung yang berkomentar :

“Sangar ik. Isih cilik wis dicekeli motor. (Sangar… Masih kecil udah dibolehin bawa motor)”

Beberapa hari kemudian saat bunda makan di tempat yg sama, anak itu lewat lagi. Nah kali ini  seorang bapak2 warga keturunan melihat sekilas & geleng2 kepala sambil  berkomentar :

“Orangtuanya edan. Anak sekecil itu udah boleh bawa motor. Nanti kalau anaknya celaka baru nyesel. Mending kalau sendiri, lha kalau celakain orang lain??”

Dari pemikiran dua orang yang berbeda di atas, bapake cenderung setuju sama si bapak. Rasanya kok keterlaluan banget membiarkan anak kecil bawa motor sendiri. Padahal jelas2 anak usia SD pasti belum punya KTP/SIM. Menurut UU No 22 tahun 2009 pasal 81  disebutkan bahwa

(1) Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77, setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan lulus ujian.
(2) Syarat usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan paling rendah sebagai berikut:
a. usia 17 (tujuh belas) tahun untuk Surat Izin Mengemudi A, Surat Izin Mengemudi C, dan Surat Izin Mengemudi D;

b. usia 20 (dua puluh) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B I; dan
c. usia 21 (dua puluh satu) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B II.

(3) Syarat administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk;
b. pengisian formulir permohonan; dan
c. rumusan sidik jari.

(4) Syarat kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter; dan
b. sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis.

(5) Syarat lulus ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. ujian teori;
b. ujian praktik; dan/atau
c. ujian keterampilan melalui simulator.
(6) Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan permohonan:
a. Surat Izin Mengemudi B I harus memiliki Surat Izin Mengemudi A sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan; dan
b. Surat Izin Mengemudi B II harus memiliki Surat Izin Mengemudi B I sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan.

Dari pasal di atas, menurut hukum anak kecil usia SD sudah jelas belum memenuhi syarat. Apalagi anak usia itu emosinya cenderung masih labil. Penguasaan atau reflek terhadap pengendalian motor saat ada insiden pasti masih rendah. Lha wong yang udah dewasa aja kadang2 suka emosi kok… Takutnya saat di jalan terjadi hal2 yg sifatnya spontan, si anak belum tentu bisa mengendalikan motornya.

Saran bapake sih mending janganlah kasih ijin buat anak bawa motor sendiri kalau belum saatnya. Sayang sih boleh saja, tapi sebagai orang tua kita harus bijak dalam menuruti setiap keinginan anak kita. Jangan sampai karena alasan sayang, trus kita jadi menyesal seumur hidup. Karena kita tidak bisa tahu apa yg akan terjadi di jalanan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum…..

 

NB : seperti biasa, gambar ambil dari google. 😀

Warga Perumahan Elit….. Tapi Otaknya Seuprit….

Assalamu’alaikum…..

Setelah beberapa lama vakum, akhirnya sekarang bisa nulis artikel juga. 😀

Sebenarnya artikel ini dibuat karena akumulasi kekesalan bapake pada beberapa warga salah 1 perumahan elit di Semarang.

Ceritanya begini anak2…..

Tadi pagi sekitar jam 8, bapake nganter bunda berangkat kerja ke kantornya yg terletak di perumahan Semarang Indah.  Nah.. memasuki komplek perumahan itu, ada 1 perempatan yg di tengahnya terdapat bundaran kecil.

ilustrasinya kayak gini
ngambil dari gugel..

Bapake mau jalan lurus karena kantor bunda di rumah paling pojok. Tiba2 bapake dikejutkan oleh 1 mobil yang keluar dari arah kiri & langsung belok ke kanan alias ke arah bapake. Padahal di bundaran itu ada rambu2 perintah yg mengharuskan memutar dulu kalau mau belok ke kanan. Rambu2nya kayak gini nih :

Namanya juga orang kaget, bapake spontan pencet klakson sambil melotot. Tapi  lidahnya gak sampe melet2 lho. Si driver pun cuma diem saja. Dalam hati bapake cuma bilang.. “sabaar… wong gak sampai ditubruk kok. Kalo ketubruk, baru keluarin jurus2 mautnya” 😀

Nah, mungkin pembaca pada mikir ya..

“baru juga 1x & gak sampai terjadi insiden. ngapain kesel”

lha perlu pembaca semua ketahui (halah…), bapake sudah mengalami hal seperti ini sebanyak 5x. Dari ke 5 kejadian itu perinciannya seperti ini, 2x hampir ciuman sama motor, 3x sama mobil, 3x ke arah masuk, 2x ke arah keluar, 4x sama laki-laki, 1x sama perempuan.  Makanya bapake kesel. Masih mending kalau ciuman sama Angel Cherrybelle.

Arti rambu2 itu adalah jika kita mau belok ke kanan, kita harus memutar dulu melewati bundaran baru boleh belok kanan. Tapi pada prakteknya, warga di situ justru langsung belok ke kanan tanpa harus memutar dulu. Jadi, rambu2 itu dipasang untuk apa??  buat pajangan biar terlihat keren karena ini perumahan orang2 kaya? atau rambu2 itu berlaku untuk orang luar alias selain warga perumahan itu.. Gak mungkinlah wong gerang daplok  kaya mereka gak tahu arti rambu tersebut.  Jangan2 SIMnya nembak ya… 😈

Karena gak cuma 1x ngalamin yg seperti ini, maka bapake simpulkan kalau mereka itu, biarpun  orang kaya, pengusaha, berduit, bisa beli mobil mewah, tapi cara berkendara mereka cenderung seenaknya & membahayakan orang lain.. Walaupun tidak semuanya seperti itu. 

Coba kalau tidak sempat ngerem, kan orang lain yg celaka.

Yah… moga2 saja mereka cepet sadar kalo gaya berkendara atau menyetir mereka yg sruntulan itu bisa membahayakan orang lain. Gak perlulah nunggu sampai terjadi hal2 yg tidak menyenangkan.

Barangkali ada yg pernah mengalami hal yg sama? monggo dishare…

Semoga bermanfaat.. Mohon maaf kalau ada yg tersungging.. eh..tersinggung 😀

Wassalamu’alaikum…

Bonus yg bening2 ah.. biar adem

unyu-unyu deh.. :mrgreen:

MELAWAN ARUS… Tindakan Berbahaya Yg Malah Jadi Budaya

Assalamu’alaikum…

Di jalanan sering kita temui pengendara yg suka melanggar aturan lalu-lintas. Baik itu pengendara motor ataupun pengemudi mobil. Salah satunya adalah melawan arus atau kontra flow. Tindakan ini memang seringnya dilakukan oleh pengendara motor.

Sering banget bapake temui yg seperti itu di sekitar tempat tinggal bapake. Tepatnya di Jl. Indraprasta. Dulu memang jalan ini 2 arah, tapi karena kemacetan yg sering terjadi di bundaran banjirkanal barat pada jam2 sibuk, maka sejak bulan Maret 2011 jalan ini dibuat 1 arah seperti yg diberitakan di sini.

ngelawan arus karena males memutar

portal pada saat awal2 pemberlakuan jalan 1 arah

Pada awalnya jalan ditutup memakai portal tepat di perempatan lampu merah jl. Indraprasta-jl. Imam Bonjol. Tapi saat itu masih banyak juga yg ndablek membuka portal itu untuk dilewati. Biasanya sih yg nekat membuka adalah para tukang becak. Ujung2nya banyak pengendara yg nekat masuk & melawan arah.

Sekarang memang portal itu sudah tidak ada seiring dengan sosialisasi yg dilakukan pihak kepolisian & dinas perhubungan. Bahkan tiap pagi selalu dijaga sama polisi. Tapi menjelang sore pasti banyak pengendara motor, sepeda & tukang2 becak yg melawan arus secara berjamaah.

Pernah waktu bapake berhenti di lampu merah pada sore hari. Posisi bapake ada di barisan paling depan & ada celah sedikit di sebelah kanan yg cukup untuk dilewati motor. Tiba2 ada bapak2 pake motor bebek nekat menerobos masuk walaupun banyak kendaraan yg berhenti. Bapake coba negur dengan halus & sopan..

pak, inikan jalan 1 arah. kok bapak nekat masuk sini?”

dengan mata melotot kayak kucing keselek tikus,  si bapak bilang..

biarin mas.. rumah saya deket sini. Lagian gak ada polisi. Ngapain situ nglarang2. Kalo nabrak juga saya yg nanggung” 

Weleh…. 😯  Sabaaarr…. Sabaaarr…

Itu baru 1 orang yg punya pemikiran kayak gitu. Lha kalau 1000?? Gimana negara ini mau maju??

Para pelanggar itu semakin banyak jika sudah malam hari. Tanpa mempedulikan keselamatannya, mereka beramai-ramai melawan arus walaupun banyak mobil2 yg melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Entah itu tua-muda, cewek-cowok, pegawai kantoran atau kuli bangunan, anak kuliahan ataupun yg gak lulus SD pun  sama2 melanggar. Sepertinya mereka punya pemikiran yg sama. Rata2 pelakunya adalah pengendara motor. Mobil sih pasti mikir2 kalau mau seperti itu.

Contoh lain ada di foto ini

Awalnya, si cewek matik & bebek di depannya berjalan menuju arah barat ( sesuai rambu2 anak panah). Lalu mereka berhenti & menyeberang masuk ke arah bapake. Padahal di situ sudah jelas ada rambu2 larangan ( lingkaran merah ). Selain itu juga menyeberang di wilayah itu cukup berbahaya karena rata2 kendaraan melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Ada lagi seperti di foto bawah ini

Kalau ini sudah jelas. Rambu2 hanya sebagai pajangan saja.

Agak disayangkan memang jika kebanyakan para biker punya pikiran sama seperti bapak2 di atas. Seolah-olah sudah menjadi budaya, kalau tidak ada polisi boleh melanggar. Atau karena rumahnya dekat, jadi males kalau harus memutar & lebih memilih untuk melawan arus. Peraturan dibuat untuk dilanggar & rambu2 hanya sebagai pajangan saja.

Sebenernya bukan masalah ada polisi atau tidak, tapi apakah mereka itu tidak menyadari kalau tindakan mereka  cukup berbahaya. Baik  bagi diri mereka sendiri atau orang lain. Bahkan sering juga bapake liat di antara para pelanggar itu ada yg membawa anak kecil. Gimana kalau pas lagi apes, mereka terserempet mobil atau kendaraan yg lain & terluka parah. Mau nyalahin siapa coba? Apa tidak ada yg mikir kayak gitu ya?? Pemikiran2 seperti itulah yg harus dirubah demi kebaikan bersama.

Rumah bapake sendiri sebenernya ada di antara jalan 1 arah itu. Tapi bapake lebih memilih memutar daripada melawan arus seperti itu.. Karena ya itu tadi, khawatir kalau tiba2 terserempet mobil atau motor yg arahnya sudah benar. Bukan karena takut sama polisi. Yang penting demi keselamatan bersama.

Bukannya bapake merasa sok suci atau yg paling benar, tapi alangkah indahnya jika semua pemakai jalan, entah itu biker, mobilis, tukang becak atau pejalan kaki, pengendara sepeda, bisa tertib & saling menghormati satu sama lain. Pastilah kita bisa riding tanpa ada perasaan was-was.

Berusaha tertib demi kenyamanan & keselamatan bersama itu tidak ada salahnya kan??

Monggo dishare pendapat & pengalaman brother semua…

Semoga bermanfaat.

Sekian & terima kasih

Wassalamu’alaikum..

SELAMAT TAHUN BARU 2012

Pergantian tahun tinggal beberapa jam lagi. Kota Semarang masih gerimis sejak tadi sore. Tapi itu tidak menyurutkan niat masyarakat untuk merayakan pergantian tahun. Suara petasan kembang api & terompet juga sudah terdengar walaupun belum ramai.
Perayaan tahun baru di Semarang kali ini agak berbeda. Wilayah bundaran Simpang 5 yg jadi pusat perayaan malam pergantian tahun kali ini benar2 steril dari mobil & motor. Hal ini dikarenakan 5 titik akses menuju bundaran ditutup sejak jam 18.00 tadi. Masyarakat yg menuju simpang 5 harus jalan kaki atau naik sepeda. Lebih bagus sih.. Lagian kalau naek motor juga percuma. Macet total & tdk bisa bergerak sama sekali.
Selain itu juga tidak ada hiburan dari artis terkenal ibukota seperti tahun2 lalu. Hanya dimeriahkan oleh artis2 lokal. Biar ngirit kali ya?
Bapake sendiri tidak kemana-mana. Selain agak kurang enak badan, si valen juga udah tidur. Jadi cuma beli ikan buat dibakar di depan rumah ntar. :mrgreen:

Yowislah, selaku juragan warung ini, bapake cuma mau ngucapin
SELAMAT TAHUN BARU 2012
Semoga di 2012 kita semua bisa menjadi insan yg lebih baik & berguna bagi agama, keluarga & masyarakat sekitar.

Monggo bagi yg mau merayakan. Yg penting tetep jaga ketertiban & PISS.

Ditulis melalui HP jadul. Mohon maaf jika tidak disertai gambar.

AKHIRNYA BOLONG JUGA…

Assalamu’alaikum…. Pagi tadi saat  baru bangun tidur, bapake mencium bau semerbak yang tidak asing lagi… Buru-buru bapake cek, dan ternyata dugaan bapake benar. Bau itu berasal dari tetesan bensin, gak lagi rembes. TANGKI SI GAGAK BOCOR!!!. Padahal 1bulan 1x selalu ada ritual kuras tangki, trus gak pernah telat ngisi bensin. Walaupun lebih sering Premium, tapi tiap bulan selalu diselingi Pertamax. Buru-buru bapake kasih pertolongan pertama yaitu dioles pake sabun. Tapi ternyata gak mempan cuy.. masih tetep netes lumayan banyak. Yowislah, bapake tinggal dulu buat jalanin ritual mandiin si valen + makein baju. Habis itu baru bapake mandi karena mau nganterin bundaValen. Ternyata di perjalanan bensin malah menetes tambah parah sampai2 mengotori sepatu. Ya udah karena mau kerja, untuk sementara dilem dulu pake lem besi merk Dextone.(gak kepikiran difoto nih.. :mrgreen: ) buka cover samping, lepas jok, lepas tangki dari motor, terus kuras bensin. Kotor banget & bercampur air. Setelah itu bersihin daerah yg diduga bocor pake bensin. Dan ternyataa…..

ada 3 lubang nih..

Ada 3 lubang di area sekitar kran bensin. Makanya kok netes banyak banget. Memang bulan ini bapake belum kuras tangki karena belum sempat. tapi masak bisa bolong dalam waktu 1bln gitu sih? Dan setelah diamati, kayaknya kok plat tangkinya tipis ya? Ya sudahlah, langsung dilem biru  besi aja. Campur dulu 2 bahan lem yg berwarna hitam & putih secara merata, terus dioleskan pada daerah yg bolong setelah sebelumnya bapake tutup pake potongan kaleng bekas. Sengaja bapake olesin yg tebal untuk menghindari kebocoran lagi.

udah ditambal…

Tunggu hingga bener2 kering. Sebenernya lebih baik kalo didiamkan semaleman biar mantep keringnya. tapi karena harus kerja, jadi 1 jam udah cukuplah. Setelah itu tuang lagi bensinnya ke dalam tangki, & dilihat apakah masih ada yg ngeces lagi tidak.. Alhamdulillah ternyata aman2 saja. Yowis pasang lagi semuanya, dicek gak ada yg ketinggalan.. Semoga tidak bocor lagi. Kalo bocor ya terpaksa dilas atau dilem biru 😀 Setelah sampai di tempat kerja, bapake pun share ke teman2 yg juga  pengguna motor yg sama. Dan ternyata ada 3 teman yg juga mengalami hal yang serupa. Rata2 kebocoran ada di sekitar kran bensin. Di blog2 yg pernah bapake baca juga banyak yg bilang kalau ini adalah penyakit turunan. Sebenarnya ini masalah bahan tangki yg kurang bagus, cara perawatan, atau karena pengaruh lain? Lokasi parkir misalnya..

Artikel ini bukan bermaksud untuk BC atau menjelek-jelekan salah satu pabrikan. Hanya share kepada pembaca & semoga bisa jadi masukan untuk pabrikan agar ke depannya bisa mengeluarkan produk yg lebih baik. Terima Kasih… Wassalamu’alaikum… ______________________________________________________ ada tips menarik yg diberikan oleh salah 1 komentator di Fanpage.. semoga bisa jadi referensi untuk brother semua.. 1. Klo misal masih sekedar rembes bisa langsung di patri di tukang tambal radiator mobil…. 🙂 murah namun ampuh drpd sekedar pke lem besi…. 🙂 lem besi hanya bersifat sementara mas… 2. Bila sudah netes”… Segera bawa ke tukang las untuk mengganti plat yg bocor td….lalu bilang minta pke plat Galvanis yg anti karat…. 😀 3. Bila budget lg cekak…. Bsa di tambal dr dalam pakai resin…. Harga 35rb+katalis… Bsa di peroleh ke toko kimia…. Caranya : ambil gelas aqua bekas dan isi dengan resin dan teteskan katalis 7-9 tetes….semakin banyak,semakin cepat keras…. Lalu, masukkan resin td ke dalam tangki….dan arah kan ke bagian yg bocor…lalu goyangkan ke segala arah smpai merata….lalu copot keran bensin dan biarkan resin keluar dan tunggu resin akan mengeras dengan sendirinya…. Jangan panik karna tangki menjadi panas….itu proses “hardening” pd resin….. 🙂 masih blm puas jga…. Setelah resin mengering…masuk epoxy/cat dasar yg berwarna abu” ke dalam tangki….caranya seperti proses diatas…. 😀 dari bro enth : sekedar saran biar bagian dalam tangki tidak berkarat, bagian dalamnya dilapis “anker lak”, cairan yang biasa dipake tukang dinamo. bentuknya cair warnanya kuning bening, tapi kalo sudah kering keras seperti kaca. tinggal dituang lalu tangki dibolak-balik, biarkan semalaman biar kering. kalo ada kotoran nantinya akan melekat kayak di cor. lubang kran ditutup dulu pake gabus. belinya ditoko listrik yang juga jual kawat spul. harganya 10ribu sebotol minuman energi. 1 botol bisa buat rame-rame lho. hati-hati jangan sampe meluber kena cat. kalo sudah kering nggak bisa dibuang karena mengeras seperti kaca.

%d blogger menyukai ini: