Arsip Blog

Honda Sport Motoshow Bakal Mampir di 11 Kota Besar Ini

PT Astra Honda Motor (AHM) memboyong jajaran motor sport pilihannya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat di 11 kota besar seluruh Indonesia. Roadshow bertajuk Honda Sport Motoshow 2017 ini akan menghadirkan motor berkonsep ‘Total Control’ New Honda CBR250RR dan New Honda CBR150R beserta New Honda CB150R StreetFire yang hadir dengan pilihan warna terbaru.

Pada Honda Sport Motoshow 2017, pengunjung dapat melihat jajaran motor sport Honda secara lebih dekat serta aksesoris dan apparel motor sport Honda. Selain itu, para pengunjung juga dapat mencoba langsung performa tinggi dari New Honda CBR250RR, New Honda CBR150R dan New Honda CB150R StreetFire.

Berbagai aktivitas menarik juga dapat diikuti pengunjung, seperti City Riding Challenge dimana kelompok peserta berlomba menyelesaikan misi di titik-titik perhentian di sekeliling kota menggunakan New Honda CBR150R. Selain itu pada aktivitas Speed Challenge para pengunjung dapat mencoba langsung performa New Honda CB150R StreetFire dan New Honda CBR250RR pada dyno test.

Kegiatan yang digelar sepanjang bulan Agustus hingga Oktober 2017 ini akan diadakan di 28 lokasi bekerja sama dengan 11 Main Dealer Honda. Di antaranya adalah

  1. Jawa Barat – PT Daya Adicipta Motora akan melaksanakan kegiatan di Summarecon Mall Bekasi (2-3/9), Trans Studio Bandung (9-10/9), dan Mall Cirebon (30/9-1/10).
  2. Jakarta – Wahana Makmur Sejati akan mengadakan di Bintaro Exchange Mall (16-17/9) dan Citraland Mall (23-24/9).
  3. Yogyakarta – Astra Motor Yogyakarta di Hartono Mall Yogyakarta (26-27/8) dan Rita Mall Purwokerto (16-17/9).
  4. Makassar – Astra Motor Makassar di Makassar Town Square (30/9-1/10) dan Mall Ratu Indah Makassar (26-27/8).
  5. Surabaya – PT Mitra Pinasthika Mulia di Plaza Surabaya (19/8), Mall Roxy Jember (26/8), Mall Sun City Madiun (16/9), Plaza Bangkalan (26/8), Kediri Town Square (9/9), dan Sunrise Mall Mojokerto (9/9).
  6. Jawa Tengah – Astra Motor Semarang di The Park Solo (30/9-1/10) dan Taman KB, Halaman DPRD Provinsi Jawa Tengah (16-17/9).
  7. Medan – Indako Trading Coy mengadakan di Merdeka Walk (23-24/9) dan Focal Point (26-27/8).
  8. Banjarmasin – Trio Motor di Duta Mall (19-20/8) dan Borneo City Mall Sampit (23-24/9)
  9. Riau Daratan – Capella Dinamik Nusantara di Mall SKA Pekanbaru (19-20/8 dan 23-24/9) dan Mandau Town Square Duri (9-10/9).
  10. Palembang – Astra Motor Palembang di Opi Mall (16-17/9) dan PTC Mall (9-10/9).
  11. Jambi – Sinar Sentosa di Lippo Mall (9-10/9) dan Jambi Town Square (23-24/9).

General Manager Marketing Planning & Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan kehadiran jajaran motor sport Honda yang lebih dekat dengan masyarakat ini diharapkan dapat semakin memperluas pemahaman masyarakat akan keunggulan serta kecanggihan teknologi yang telah diterapkan pada jajaran motor sport Honda.

Kami berharap masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan pada gelaran Honda Sport Motoshow ini yang akan semakin membuktikan performa jajaran motor sport Honda yang sesungguhnya. Kami terus berkomitmen untuk mewujudkan mimpi masyarakat untuk memiliki motor sport yang berperforma tangguh, responsif, dan berteknologi tinggi.”

Pengunjung yang beruntung dapat membawa pulang 1 unit Honda CBR150R edisi kustom spesial melalui audisi lelang yang digelar di lokasi Honda Sport Motoshow. Komunitas pecinta Honda CBR150R dan motor sport 150cc juga turut meramaikan acara ini dengan mengadakan gathering dan city touring.

Besarnya kecintaan masyarakat terhadap motor sport Honda tercermin data tingginya angka penjualan pada segmen ini. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) penjualan motor sport Honda pada periode Januari-Juli 2017 sebanyak 142.044 unit atau memimpin 43,7% pangsa pasar di segmen motor sport nasional. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan New Honda CB150R StreetFire sebesar 63.994 unit, disusul oleh New Honda CBR series sebesar 49.303 unit, Honda Verza sebesar 25.674 unit, Honda MegaPro sebesar 2.208 unit, dan motor adventure terbaru Honda CRF250RALLY sebesar 620 unit. Big bike Honda pun tercatat menorehkan angka penjualan sebesar 245 unit.

Suzuki Indomobil Sales Raih Empat Penghargaan di Ajang ARCA 2017

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada gelaran tahunan ke-11 Autocar Reader’s Choice Award (ARCA) 2017, Kamis malam, 10 Agustus, di ICE BSD, Serpong, berhasil meraih empat penghargaan bergengsi, yaitu Favorite Compact Crossover untuk Suzuki SX-4 S-Cross,  Underbone Terfavorit untuk Suzuki Satria F150, serta dua dari kategori Special Awards, yaitu  Corporate Social Responsibility (CSR) dan juga Best New Comer untuk Suzuki IGNIS. Read the rest of this entry

SUZUKI BIKE MEET : Ajang Silaturahmi Para Rider Suzuki

BapakeValkyla – Masih dalam rangkaian acara launching motor baru Suzuki GSX series setelah sebelumnya diadakan acara gathering bersama blogger dan media, kemudian launching resmi Suzuki GSX di hotel Ciputra. Hari sabtu tanggal 18 Maret kemarin diadakan acara SUZUKI BIKE MEET di Halaman Kantor Gubernur Jl. Pahlawan Semarang.

GSX150S

GSX150S

Read the rest of this entry

(Just Share) Gantungan Kunci

Posting yang ringan2 aja deh.. 😀

Semua udah pada tahu kan apa itu gantungan kunci. Selain untuk menghias kunci, fungsinya juga sebagai tanda pengenal atau membedakan dari masing2 kunci. Misalnya untuk kunci pintu rumah, kunci kontak, atau kunci gembok biasanya diberi gantungan kunci yang berbeda biar gampang dicari. Walaupun ada juga yg semua kunci dijadikan satu.

Read the rest of this entry

Shroud New Vixion Kegedean?? Bisa Jadi Demi Fungsionalitas

Assalamu’alaikum…

Bahas New Vixion lagi nih. Soalnya yang sudah kelihatan wujudnya baru motor jagoan Yamaha ini.

Kalau kemarin bahas soal Chain Puller, sekarang bahas soal Shroud Tank alias sayap tangki. Banyak yang bilang kalau shroud tangki New Vixion ini kegedean, wagu atau apalah.

Setahu bapake, fungsi shroud itu sendiri sebenarnya untuk menangkap & mengarahkan angin menuju ke radiator saat motor melaju sehingga pendinginan radiator bisa maksimal. Selain itu juga bisa mempercantik penampilan motor karena banyak juga motor sport tak beradiator yang juga mengaplikasi shroud tank ini.

Bisa jadi shroud sengaja dibikin besar untuk memaksimalkan fungsinya. Logikanya, semakin besar dimensi shroud, maka volume angin yg ditangkap & diarahkan ke radiator  semakin banyak. Jika dibandingkan dengan gen lawas memang lebih besar milik New Vixion. Tapi coba bandingkan dengan  Kawasaki Ninja 150.

from kang mulyanto hourex

Sama besarnya kan?

Sengaja bapake bandingkan dengan Ninja 150 karena dua motor ini sama-sama berpendingin radiator. Kalau di motor lain yang berpendingin udara sih tidak berpengaruh banyak karena hanya sebagai pemanis tampilan. Jadi menurut bapake shroud besar tidak masalah, yang penting desainnya tidak kaku & berfungsi maksimal. Untuk lebih jelasnya sih nunggu dilaunching dulu aja. 😀

Bagaimana menurut pembaca ? Monggo urun rembuk.

Wassalamu’alaikum…

(VIDEO) Konvoi Tukang Parkir & Tukang Es

Assalamu’alaikum..

Semalam saat pulang dari Kaliwungu, ketemu rombongan tukang parkir & tukang es yang lagi konvoi.

Kenapa disebut tukang parkir? karena konvoi pakai stick lamp

Kenapa disebut tukang es ? karena konvoi sambil klakson berulang-ulang bikin kendaraan lain jadi empet. :mrgreen:

Sepanjang jalan dari bunderan Banjirkanal sampai menuju ke arah Johar mereka mengacung-acungkan stick lamp & membunyikan klakson.

Monggo disimak videonya..

bagaimana menurut pembaca sekalian???

Wassalamu’alaikum

NB : video direkam oleh boncenger  dengan posisi HP di depan rider

Anak Kecil Bawa Motor. Orangtuanya Sungguh Ter…..la….luu…..

Assalamu’alaikum…..

Artikel ini bermula dari cerita bundaValen beberapa hari yang lalu. Ceritanya begini…. 😀

Kantor tempat bunda berada di sebuah komplek perumahan di semarang. Nah, kalau istirahat, bunda & temannya sering makan di warung makan dekat sebuah perempatan di komplek itu. Saat makan di situ, bunda sering lihat ada anak kecil usia SD naik motor bebek lewat di jalan itu tanpa memakai helm. Mungkin saja rumah atau sekolahnya di dekat komplek perumahan situ. Lha yg bikin bunda heran, anak itu naik motor lumayan kencang  untuk ukuran perumahan. Padahal tinggi anak itu belum ideal untuk mengendarai sepeda motor. Wong kalau mau berhenti aja anak itu harus turun dari jok & berdiri di dek tengah motornya.

Suatu hari saat bunda makan di situ, si anak lewat dengan “gagahnya”. Di depan bunda ada laki2 pengunjung warung yang berkomentar :

“Sangar ik. Isih cilik wis dicekeli motor. (Sangar… Masih kecil udah dibolehin bawa motor)”

Beberapa hari kemudian saat bunda makan di tempat yg sama, anak itu lewat lagi. Nah kali ini  seorang bapak2 warga keturunan melihat sekilas & geleng2 kepala sambil  berkomentar :

“Orangtuanya edan. Anak sekecil itu udah boleh bawa motor. Nanti kalau anaknya celaka baru nyesel. Mending kalau sendiri, lha kalau celakain orang lain??”

Dari pemikiran dua orang yang berbeda di atas, bapake cenderung setuju sama si bapak. Rasanya kok keterlaluan banget membiarkan anak kecil bawa motor sendiri. Padahal jelas2 anak usia SD pasti belum punya KTP/SIM. Menurut UU No 22 tahun 2009 pasal 81  disebutkan bahwa

(1) Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77, setiap orang harus memenuhi persyaratan usia, administratif, kesehatan, dan lulus ujian.
(2) Syarat usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan paling rendah sebagai berikut:
a. usia 17 (tujuh belas) tahun untuk Surat Izin Mengemudi A, Surat Izin Mengemudi C, dan Surat Izin Mengemudi D;

b. usia 20 (dua puluh) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B I; dan
c. usia 21 (dua puluh satu) tahun untuk Surat Izin Mengemudi B II.

(3) Syarat administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk;
b. pengisian formulir permohonan; dan
c. rumusan sidik jari.

(4) Syarat kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter; dan
b. sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis.

(5) Syarat lulus ujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. ujian teori;
b. ujian praktik; dan/atau
c. ujian keterampilan melalui simulator.
(6) Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan permohonan:
a. Surat Izin Mengemudi B I harus memiliki Surat Izin Mengemudi A sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan; dan
b. Surat Izin Mengemudi B II harus memiliki Surat Izin Mengemudi B I sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan.

Dari pasal di atas, menurut hukum anak kecil usia SD sudah jelas belum memenuhi syarat. Apalagi anak usia itu emosinya cenderung masih labil. Penguasaan atau reflek terhadap pengendalian motor saat ada insiden pasti masih rendah. Lha wong yang udah dewasa aja kadang2 suka emosi kok… Takutnya saat di jalan terjadi hal2 yg sifatnya spontan, si anak belum tentu bisa mengendalikan motornya.

Saran bapake sih mending janganlah kasih ijin buat anak bawa motor sendiri kalau belum saatnya. Sayang sih boleh saja, tapi sebagai orang tua kita harus bijak dalam menuruti setiap keinginan anak kita. Jangan sampai karena alasan sayang, trus kita jadi menyesal seumur hidup. Karena kita tidak bisa tahu apa yg akan terjadi di jalanan.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum…..

 

NB : seperti biasa, gambar ambil dari google. 😀

Warga Perumahan Elit….. Tapi Otaknya Seuprit….

Assalamu’alaikum…..

Setelah beberapa lama vakum, akhirnya sekarang bisa nulis artikel juga. 😀

Sebenarnya artikel ini dibuat karena akumulasi kekesalan bapake pada beberapa warga salah 1 perumahan elit di Semarang.

Ceritanya begini anak2…..

Tadi pagi sekitar jam 8, bapake nganter bunda berangkat kerja ke kantornya yg terletak di perumahan Semarang Indah.  Nah.. memasuki komplek perumahan itu, ada 1 perempatan yg di tengahnya terdapat bundaran kecil.

ilustrasinya kayak gini
ngambil dari gugel..

Bapake mau jalan lurus karena kantor bunda di rumah paling pojok. Tiba2 bapake dikejutkan oleh 1 mobil yang keluar dari arah kiri & langsung belok ke kanan alias ke arah bapake. Padahal di bundaran itu ada rambu2 perintah yg mengharuskan memutar dulu kalau mau belok ke kanan. Rambu2nya kayak gini nih :

Namanya juga orang kaget, bapake spontan pencet klakson sambil melotot. Tapi  lidahnya gak sampe melet2 lho. Si driver pun cuma diem saja. Dalam hati bapake cuma bilang.. “sabaar… wong gak sampai ditubruk kok. Kalo ketubruk, baru keluarin jurus2 mautnya” 😀

Nah, mungkin pembaca pada mikir ya..

“baru juga 1x & gak sampai terjadi insiden. ngapain kesel”

lha perlu pembaca semua ketahui (halah…), bapake sudah mengalami hal seperti ini sebanyak 5x. Dari ke 5 kejadian itu perinciannya seperti ini, 2x hampir ciuman sama motor, 3x sama mobil, 3x ke arah masuk, 2x ke arah keluar, 4x sama laki-laki, 1x sama perempuan.  Makanya bapake kesel. Masih mending kalau ciuman sama Angel Cherrybelle.

Arti rambu2 itu adalah jika kita mau belok ke kanan, kita harus memutar dulu melewati bundaran baru boleh belok kanan. Tapi pada prakteknya, warga di situ justru langsung belok ke kanan tanpa harus memutar dulu. Jadi, rambu2 itu dipasang untuk apa??  buat pajangan biar terlihat keren karena ini perumahan orang2 kaya? atau rambu2 itu berlaku untuk orang luar alias selain warga perumahan itu.. Gak mungkinlah wong gerang daplok  kaya mereka gak tahu arti rambu tersebut.  Jangan2 SIMnya nembak ya… 😈

Karena gak cuma 1x ngalamin yg seperti ini, maka bapake simpulkan kalau mereka itu, biarpun  orang kaya, pengusaha, berduit, bisa beli mobil mewah, tapi cara berkendara mereka cenderung seenaknya & membahayakan orang lain.. Walaupun tidak semuanya seperti itu. 

Coba kalau tidak sempat ngerem, kan orang lain yg celaka.

Yah… moga2 saja mereka cepet sadar kalo gaya berkendara atau menyetir mereka yg sruntulan itu bisa membahayakan orang lain. Gak perlulah nunggu sampai terjadi hal2 yg tidak menyenangkan.

Barangkali ada yg pernah mengalami hal yg sama? monggo dishare…

Semoga bermanfaat.. Mohon maaf kalau ada yg tersungging.. eh..tersinggung 😀

Wassalamu’alaikum…

Bonus yg bening2 ah.. biar adem

unyu-unyu deh.. :mrgreen:

MELAWAN ARUS… Tindakan Berbahaya Yg Malah Jadi Budaya

Assalamu’alaikum…

Di jalanan sering kita temui pengendara yg suka melanggar aturan lalu-lintas. Baik itu pengendara motor ataupun pengemudi mobil. Salah satunya adalah melawan arus atau kontra flow. Tindakan ini memang seringnya dilakukan oleh pengendara motor.

Sering banget bapake temui yg seperti itu di sekitar tempat tinggal bapake. Tepatnya di Jl. Indraprasta. Dulu memang jalan ini 2 arah, tapi karena kemacetan yg sering terjadi di bundaran banjirkanal barat pada jam2 sibuk, maka sejak bulan Maret 2011 jalan ini dibuat 1 arah seperti yg diberitakan di sini.

ngelawan arus karena males memutar

portal pada saat awal2 pemberlakuan jalan 1 arah

Pada awalnya jalan ditutup memakai portal tepat di perempatan lampu merah jl. Indraprasta-jl. Imam Bonjol. Tapi saat itu masih banyak juga yg ndablek membuka portal itu untuk dilewati. Biasanya sih yg nekat membuka adalah para tukang becak. Ujung2nya banyak pengendara yg nekat masuk & melawan arah.

Sekarang memang portal itu sudah tidak ada seiring dengan sosialisasi yg dilakukan pihak kepolisian & dinas perhubungan. Bahkan tiap pagi selalu dijaga sama polisi. Tapi menjelang sore pasti banyak pengendara motor, sepeda & tukang2 becak yg melawan arus secara berjamaah.

Pernah waktu bapake berhenti di lampu merah pada sore hari. Posisi bapake ada di barisan paling depan & ada celah sedikit di sebelah kanan yg cukup untuk dilewati motor. Tiba2 ada bapak2 pake motor bebek nekat menerobos masuk walaupun banyak kendaraan yg berhenti. Bapake coba negur dengan halus & sopan..

pak, inikan jalan 1 arah. kok bapak nekat masuk sini?”

dengan mata melotot kayak kucing keselek tikus,  si bapak bilang..

biarin mas.. rumah saya deket sini. Lagian gak ada polisi. Ngapain situ nglarang2. Kalo nabrak juga saya yg nanggung” 

Weleh…. 😯  Sabaaarr…. Sabaaarr…

Itu baru 1 orang yg punya pemikiran kayak gitu. Lha kalau 1000?? Gimana negara ini mau maju??

Para pelanggar itu semakin banyak jika sudah malam hari. Tanpa mempedulikan keselamatannya, mereka beramai-ramai melawan arus walaupun banyak mobil2 yg melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Entah itu tua-muda, cewek-cowok, pegawai kantoran atau kuli bangunan, anak kuliahan ataupun yg gak lulus SD pun  sama2 melanggar. Sepertinya mereka punya pemikiran yg sama. Rata2 pelakunya adalah pengendara motor. Mobil sih pasti mikir2 kalau mau seperti itu.

Contoh lain ada di foto ini

Awalnya, si cewek matik & bebek di depannya berjalan menuju arah barat ( sesuai rambu2 anak panah). Lalu mereka berhenti & menyeberang masuk ke arah bapake. Padahal di situ sudah jelas ada rambu2 larangan ( lingkaran merah ). Selain itu juga menyeberang di wilayah itu cukup berbahaya karena rata2 kendaraan melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Ada lagi seperti di foto bawah ini

Kalau ini sudah jelas. Rambu2 hanya sebagai pajangan saja.

Agak disayangkan memang jika kebanyakan para biker punya pikiran sama seperti bapak2 di atas. Seolah-olah sudah menjadi budaya, kalau tidak ada polisi boleh melanggar. Atau karena rumahnya dekat, jadi males kalau harus memutar & lebih memilih untuk melawan arus. Peraturan dibuat untuk dilanggar & rambu2 hanya sebagai pajangan saja.

Sebenernya bukan masalah ada polisi atau tidak, tapi apakah mereka itu tidak menyadari kalau tindakan mereka  cukup berbahaya. Baik  bagi diri mereka sendiri atau orang lain. Bahkan sering juga bapake liat di antara para pelanggar itu ada yg membawa anak kecil. Gimana kalau pas lagi apes, mereka terserempet mobil atau kendaraan yg lain & terluka parah. Mau nyalahin siapa coba? Apa tidak ada yg mikir kayak gitu ya?? Pemikiran2 seperti itulah yg harus dirubah demi kebaikan bersama.

Rumah bapake sendiri sebenernya ada di antara jalan 1 arah itu. Tapi bapake lebih memilih memutar daripada melawan arus seperti itu.. Karena ya itu tadi, khawatir kalau tiba2 terserempet mobil atau motor yg arahnya sudah benar. Bukan karena takut sama polisi. Yang penting demi keselamatan bersama.

Bukannya bapake merasa sok suci atau yg paling benar, tapi alangkah indahnya jika semua pemakai jalan, entah itu biker, mobilis, tukang becak atau pejalan kaki, pengendara sepeda, bisa tertib & saling menghormati satu sama lain. Pastilah kita bisa riding tanpa ada perasaan was-was.

Berusaha tertib demi kenyamanan & keselamatan bersama itu tidak ada salahnya kan??

Monggo dishare pendapat & pengalaman brother semua…

Semoga bermanfaat.

Sekian & terima kasih

Wassalamu’alaikum..

SELAMAT TAHUN BARU 2012

Pergantian tahun tinggal beberapa jam lagi. Kota Semarang masih gerimis sejak tadi sore. Tapi itu tidak menyurutkan niat masyarakat untuk merayakan pergantian tahun. Suara petasan kembang api & terompet juga sudah terdengar walaupun belum ramai.
Perayaan tahun baru di Semarang kali ini agak berbeda. Wilayah bundaran Simpang 5 yg jadi pusat perayaan malam pergantian tahun kali ini benar2 steril dari mobil & motor. Hal ini dikarenakan 5 titik akses menuju bundaran ditutup sejak jam 18.00 tadi. Masyarakat yg menuju simpang 5 harus jalan kaki atau naik sepeda. Lebih bagus sih.. Lagian kalau naek motor juga percuma. Macet total & tdk bisa bergerak sama sekali.
Selain itu juga tidak ada hiburan dari artis terkenal ibukota seperti tahun2 lalu. Hanya dimeriahkan oleh artis2 lokal. Biar ngirit kali ya?
Bapake sendiri tidak kemana-mana. Selain agak kurang enak badan, si valen juga udah tidur. Jadi cuma beli ikan buat dibakar di depan rumah ntar. :mrgreen:

Yowislah, selaku juragan warung ini, bapake cuma mau ngucapin
SELAMAT TAHUN BARU 2012
Semoga di 2012 kita semua bisa menjadi insan yg lebih baik & berguna bagi agama, keluarga & masyarakat sekitar.

Monggo bagi yg mau merayakan. Yg penting tetep jaga ketertiban & PISS.

Ditulis melalui HP jadul. Mohon maaf jika tidak disertai gambar.

%d blogger menyukai ini: