Arsip Blog

FEDERAL “STREET CAT”

Assalamu’alaikum…

Udah lama nih gak update.

Kali ini update soal sepeda ah. Biar nggak mainstream :mrgreen:

Sepeda Federal STREET CAT ini sebagai pengganti sepeda WINNER yg ilang digondol maling. Dapat di pasar loak seharga Rp 430rb Kokrosono atas info dari salah satu member grup MTBFI. Termasuk tipe sejuta umat di jamannya dulu karena banyak terlihat di jalanan. Kalau di dunia motor mungkin sama seperti Honda Supra. 😀

Waktu dapat dalam kondisi bagus & siap gowes. Parts juga masih orisinil 6 speed,kecuali sadel. Tapi ya namanya sepeda tua, ada bebereapa parts yg bapake ganti biar lebih cakep dari sebelumnya.

Speknya :

  1. Frame ori hi-ten steel tube seri Street Cat MG31S
  2. Shifter Shimano SIS ori
  3. FD & RD Shimano SIS ori
  4. Sprocket Shimano megarange 13-34t + rantai Shimano 8sp
  5. Crank Shimano non series 48-38-28t + pedal Wellgo
  6. Fork RST Capa standar travel 80mm
  7. Rim United double wall + spoke stainless hitam
  8. Hub Pacific
  9. V-brake Logan
  10. Sadel Pacific
  11. Seatpost Truvativ
  12. Stem WEIM + Handlebar United + adaptor stem
  13. Bar end ZOOM

Sekarang si “kucing” inilah yg menemani bapake berangkat kerja atau bahasa kerennya Bike To Work 😀 , juga untuk gowes sehat tiap minggu pagi. Kerjaan bapake yg duduk selama 8 jam mau nggak mau harus diimbangi dengan olahraga. Dan bersepedalah olah raga pilihan bapake sekaligus untuk refreshing.

Monggo dilihat penampakan sepeda tua ini :mrgreen:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Gowes terus biar sehat :mrgreen:

Wassalamu’alaikum…

Iklan

Terpojokan Oleh Jaman

Foto173

Biar gambar yg berbicara.
Silakan diartikan sendiri di kolom komentar 😀

 

Notes :

pemilik sepeda ini adalah seorang bapak setengah baya yg kerja sebagai juru bongkar di toko tempat bapake kerja. beliau naik sepeda tiap hari dari rumahnya di daerah Mranggen ke tempat kerja di sekitaran Bulustalan yg jaraknya kira-kira 18km sekali jalan.

MELAWAN ARUS… Tindakan Berbahaya Yg Malah Jadi Budaya

Assalamu’alaikum…

Di jalanan sering kita temui pengendara yg suka melanggar aturan lalu-lintas. Baik itu pengendara motor ataupun pengemudi mobil. Salah satunya adalah melawan arus atau kontra flow. Tindakan ini memang seringnya dilakukan oleh pengendara motor.

Sering banget bapake temui yg seperti itu di sekitar tempat tinggal bapake. Tepatnya di Jl. Indraprasta. Dulu memang jalan ini 2 arah, tapi karena kemacetan yg sering terjadi di bundaran banjirkanal barat pada jam2 sibuk, maka sejak bulan Maret 2011 jalan ini dibuat 1 arah seperti yg diberitakan di sini.

ngelawan arus karena males memutar

portal pada saat awal2 pemberlakuan jalan 1 arah

Pada awalnya jalan ditutup memakai portal tepat di perempatan lampu merah jl. Indraprasta-jl. Imam Bonjol. Tapi saat itu masih banyak juga yg ndablek membuka portal itu untuk dilewati. Biasanya sih yg nekat membuka adalah para tukang becak. Ujung2nya banyak pengendara yg nekat masuk & melawan arah.

Sekarang memang portal itu sudah tidak ada seiring dengan sosialisasi yg dilakukan pihak kepolisian & dinas perhubungan. Bahkan tiap pagi selalu dijaga sama polisi. Tapi menjelang sore pasti banyak pengendara motor, sepeda & tukang2 becak yg melawan arus secara berjamaah.

Pernah waktu bapake berhenti di lampu merah pada sore hari. Posisi bapake ada di barisan paling depan & ada celah sedikit di sebelah kanan yg cukup untuk dilewati motor. Tiba2 ada bapak2 pake motor bebek nekat menerobos masuk walaupun banyak kendaraan yg berhenti. Bapake coba negur dengan halus & sopan..

pak, inikan jalan 1 arah. kok bapak nekat masuk sini?”

dengan mata melotot kayak kucing keselek tikus,  si bapak bilang..

biarin mas.. rumah saya deket sini. Lagian gak ada polisi. Ngapain situ nglarang2. Kalo nabrak juga saya yg nanggung” 

Weleh…. 😯  Sabaaarr…. Sabaaarr…

Itu baru 1 orang yg punya pemikiran kayak gitu. Lha kalau 1000?? Gimana negara ini mau maju??

Para pelanggar itu semakin banyak jika sudah malam hari. Tanpa mempedulikan keselamatannya, mereka beramai-ramai melawan arus walaupun banyak mobil2 yg melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Entah itu tua-muda, cewek-cowok, pegawai kantoran atau kuli bangunan, anak kuliahan ataupun yg gak lulus SD pun  sama2 melanggar. Sepertinya mereka punya pemikiran yg sama. Rata2 pelakunya adalah pengendara motor. Mobil sih pasti mikir2 kalau mau seperti itu.

Contoh lain ada di foto ini

Awalnya, si cewek matik & bebek di depannya berjalan menuju arah barat ( sesuai rambu2 anak panah). Lalu mereka berhenti & menyeberang masuk ke arah bapake. Padahal di situ sudah jelas ada rambu2 larangan ( lingkaran merah ). Selain itu juga menyeberang di wilayah itu cukup berbahaya karena rata2 kendaraan melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Ada lagi seperti di foto bawah ini

Kalau ini sudah jelas. Rambu2 hanya sebagai pajangan saja.

Agak disayangkan memang jika kebanyakan para biker punya pikiran sama seperti bapak2 di atas. Seolah-olah sudah menjadi budaya, kalau tidak ada polisi boleh melanggar. Atau karena rumahnya dekat, jadi males kalau harus memutar & lebih memilih untuk melawan arus. Peraturan dibuat untuk dilanggar & rambu2 hanya sebagai pajangan saja.

Sebenernya bukan masalah ada polisi atau tidak, tapi apakah mereka itu tidak menyadari kalau tindakan mereka  cukup berbahaya. Baik  bagi diri mereka sendiri atau orang lain. Bahkan sering juga bapake liat di antara para pelanggar itu ada yg membawa anak kecil. Gimana kalau pas lagi apes, mereka terserempet mobil atau kendaraan yg lain & terluka parah. Mau nyalahin siapa coba? Apa tidak ada yg mikir kayak gitu ya?? Pemikiran2 seperti itulah yg harus dirubah demi kebaikan bersama.

Rumah bapake sendiri sebenernya ada di antara jalan 1 arah itu. Tapi bapake lebih memilih memutar daripada melawan arus seperti itu.. Karena ya itu tadi, khawatir kalau tiba2 terserempet mobil atau motor yg arahnya sudah benar. Bukan karena takut sama polisi. Yang penting demi keselamatan bersama.

Bukannya bapake merasa sok suci atau yg paling benar, tapi alangkah indahnya jika semua pemakai jalan, entah itu biker, mobilis, tukang becak atau pejalan kaki, pengendara sepeda, bisa tertib & saling menghormati satu sama lain. Pastilah kita bisa riding tanpa ada perasaan was-was.

Berusaha tertib demi kenyamanan & keselamatan bersama itu tidak ada salahnya kan??

Monggo dishare pendapat & pengalaman brother semua…

Semoga bermanfaat.

Sekian & terima kasih

Wassalamu’alaikum..

%d blogger menyukai ini: