Arsip Blog

Peduli Keselamatan Berkendara, Suzuki Adakan Safety Riding Training di Sentul

Dengan berkembangnya populasi pengendara motor di Indonesia, dimana pertumbuhan saat ini hampir sekitar 7 juta unit produksi sepeda motor pertahun, sehingga diperlukan penguasaan dalam berkendara, khususnya untuk pengendara motor secara umum. Sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan berkendara dan tanggung jawab sosial, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) kali ini mengadakan Safety Riding Training, yang diadakan di Sentul International Karting dan Motorcycle Cirkuit, Jawa Barat pada Kamis, 20 Juli 2017.

Melalui kegiatan ini, PT. SIS ingin memberikan pengenalan kepada para peserta Safety Riding Training mengenai teknik mengendarai motor yang benar dan aman. Training ini akan dibawakan oleh Dyan Dilato sebagai Safety Riding Instruktur. Peserta training sendiri terdiri dari 20 peserta trainer suzuki, 25 peserta media dan bloger, 5 peserta anggota club.

Rangkaian acara dimulai dengan penyampaian teori mengenai safety riding, pembahasan yang akan disampaikan mengenai penguasaan dalam berkendara, posisi berkendara, sistem pengereman, posisi saat menikung sampai dengan tata tertib touring. Kemudian, para peserta diajak langsung untuk melakukan sesi praktek di area Sentul International Karting dan Motorcycle Cirkuit.

Untuk mengakomodir kebutuhan para peserta training, disiapkan 20 motor GSX S, 5 motor GSX R, 3 motor Satria,  dan perangkat keselamatan berkendara seperti jaket dan helm.

Kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja lho. Karena selepas safety riding training ini, PT. SIS akan melanjutkan program Safety Riding ini secara lebih luas dengan menyasar segmen usia remaja, yakni melalui program Suzuki Goes to School. Melalui program tersebut, PT. SIS akan hadir ke sekolah – sekolah terpilih untuk berbagi ilmu dengan harapan dapat menekan angka kecelakaan, terutama pada pengguna motor usia muda.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi HALO SUZUKI di no 0800 1100 800, Bebas Pulsa 24 Jam.

Iklan

Orang Pintar Tidak Akan Mainan HP Sambil Nyetir/Berkendara

Walaupun ponsel sudah jadi barang wajib orang2 sekarang, tapi alangkah lebih bijaksana jika ponsel tidak digunakan saat berkendara atau mengemudikan mobil.

Jika penting, menepilah saat ingin menjawab telpon atau membalas sms. Selain itu juga tidak disarankan mendengarkan musik saat berkendara/menyetir karena hanya akan mengganggu konsentrasi.

Jangan sampai anda jadi korban atau mengorbankan orang lain kecuali anda adalah orang TOLOL yg tidak menghargai nyawa anda sendiri ataupun orang lain..

Pict from Eyang Edo Rusyanto

Awas Ada ALAY !!!

Assalamu’alaikum…

Alay lagi alay lagi.. 😀

Alay yg bapake maksud di sini bukan alay yg kalau naik motor suka sruntulan sana sini itu lho. Tapi alay dalam arti sebenernya alias singkatan dari Anak LAYangan..

Read the rest of this entry

BERSABARLAH DI LAMPU MERAH

Assalamu’alaikum…..

 

Saat berhenti di lampu merah terutama yang ada timernya, sering kita temui pengendara yg tidak sabaran. Entah itu berhenti di depan garis marka atau zebra cross, ataupun melaju saat timer dari merah ke hijau masih kurang 2 detik.

Sebenarnya hal itu sangat berbahaya. Karena sering bapake lihat, saat lampu masih kuning atau timer dari hijau ke merah masih kurang 2 detik, kebanyakan biker atau pun mobilis justru menambah kecepatannya. Dengan alasan biar gak kena lampu merah. Padahal di saat bersamaan, mungkin ada kendaraan dari sebelah kanan atau kiri yg juga tidak sabar sudah mulai melaju. Jika tidak bisa mengantisipasi, dipastikan akan terjadi tabrakan.

Sekedar mengingatkan saja. Apa susahnya sih menunggu 2 detik. Toh gak ada pengaruhnya. Yang penting kita selamat.

Ingat, keluarga menanti di rumah..

Monggo disimak video berikut ini. Mungkin bisa jadi renungan….

 

Wassalamu’alaikum…

 

JALANAN TAK MENGENAL ISTILAH “LADIES FIRST”

Assalamu’alaikum…

Masih berkaitan dengan artikel sebelumnya tentang perilaku “selonong girl”, kali ini bapake akan menceritakan pengalaman sewaktu ada insiden yg melibatkan 2 biker (mas & mbak). ya walaupun bukan bapake sendiri yg terlibat. Kejadiannya sendiri sudah agak lama tapi masih saya ingat persis. Lagian waktu itu belum punya blog dewe. 😀

Jadi ceritanya begini, pada suatu hari ada seorang pangeran bapake bersama 2 orang teman dalam perjalanan pulang dari Banyumanik menuju ke kantor di semarang bawah naik mobil box. Sampai di daerah sebelum gombel lama, di depan bapake ada 2 motor (bebek & matic) yg tahu2 sudah tergeletak di tengah jalan. Kami semua tidak tahu persis kejadiannya karena pandangan terhalang mobil di depan yg tetap meneruskan perjalanan. Dengan inisiatif menolong karena sedikit orang yg ada di sekitar, kami pun menepi & membantu meminggirkan motor2 yg tergeletak tersebut. Si matic, yg dekendarai mbak2, tidak begitu parah rusaknya. Hanya footstep belakang patah & bodi sedikit baret2. ridernya sendiri juga kayaknya gak papa.  Lha si bebek yg dikendarai mas2 lumayan parah. setang nekuk, sokbreker depan + segi3 yg melengkung, & pelek peyang. Kaki si rider juga terluka walaupun gak terlalu parah.

Setelah menepi, bapake & teman pun  menanyakan kronologis kejadian. Menurut si mbak, dia dari arah kota bawah bermaksud untuk menyeberang ke arah kanan menuju ke sebuah gang & sudah menyalakan sein. Sedang dari pengakuan si mas, si mbak tsb menyeberang secara mendadak tanpa melihat situasi & baru menyalakan lampu sein setelah belok. karena kecepatan yg lumayan tinggi, dia tidak mampu menghindari karena di sebelah kiri ada mobil (yg di depan mobil kami) sampai akhirnya menubruk si mbak tsb. Keduanya pun ngotot membenarkan alibi masing2.

ilustrasi lhoo...

Melihat situasi jalan yg merupakan jalur cepat karena jalan yg lebar,  sedikit menanjak, & juga marka yg menyambung tidak terputus,  analisa bapake sih si mbak yg salah. Karena setahu bapake, tidak diperbokehkan berbelok/menyebrang di jalan yg bermarka menyambung, paling tidak kita harus berjalan terus, cari marka yg putus2 baru kita boleh belok. CMIIW. Ya tapi walaupun begitu, bapake cuma batin aja karena tidak mau memperkeruh suasana. Bapake & teman2 pun menyarankan ke 2 belah pihak untuk membicarakan secara damai & kekeluargaan. Sepertinya mereka menunjukan tanda2 setuju. Si mbak  sendiri terlihat sedang mengSMS (mungkin) temannya, & si mas terduduk sambil mengelus-elus kakinya yg tidak mulus sama sekali.

Tidak lama kemudian datang 2 orang cewek yg berwajah lumayan manis (tapi terlihat judes) yg ternyata adalah teman dari si Matic Girl itu. Dengan pandangan  sinis , dia pun menghampiri si mas yg masih meringis2 & menanyakan kronologis kejadian. Si mas pun menceritakan hal yg sama seperti yg diceritakan kepada kami sambil secara halus minta ganti rugi. Dan secara mengejutkan, si judes pun langsung mencak2 ngomong “LHO MASNYA INI GIMANA SIH, KOK NGGAK MAU NGALAH SAMA CEWEK. HARUSNYA MAS TUH NGALAH, GAK MALU APA ? MAU MENANG SENDIRI SAMA CEWEK.!!!”. BLAARR!!! kami semua (yg tadi pada nolongin)pun terkejut. Ini cewek dateng2 gak tau apa2 kok malah jadi marah2. Dasar orang aneh.

Tidak lama kemudian ada mobil sedan berhenti, & si sopir (dari bentuk badan & potongan cepak kayanya sih plokis) yg ternyata adalah teman si mbak juga menghampiri kami & langsung membentak bapake “UDAH,  SEKARANG MAS’ MAUNYA GIMANA?”” Lho… ini datang lagi orang aneh. Gak tau apa2 langsung maen bentak. Dengan hati yg disabar2kan, bapake pun menjelaskan kalo yg terlibat bukan saya, tapi si mas yg lagi duduk2 meringis kesakitan. Langsung tu cepak dibantu sama si judes menyerang si mas yg dengan wajah melas berusaha meyakinkan mereka. Melihat gelagat yg tidak sehat ini, teman bapake pun langsung mengajak pergi. Karena suatu masalah, jika ada campur tangan pihak2 lain yg tdk tahu persis kejadiannya pasti jadi semrawut. Kami semua pun pergi meninggalkan mereka. Dari dalam mobil, bapake liat si mas itupun akhirnya dengan terpincang-pincang menuntun motornya yg rusak parah. Sepertinya sih dia “kalah”. Mimpi apa ya dia semalem?. Udah motornya rusak, kaki luka, gak dapat ganti rugi lagi.

Di dalam mobil, bapake & teman2  pun membicarakan kejadian tadi.  Yg bikin bapake mikir itu adalah statement kalo cowok itu harus ngalah sama cewek.. benar2 aneh. Dalam beberapa situasi mungkin memang cowok itu harus ngalah sama cewek. karena sudah kodratnya bahwa cewek itu mahluk yg lemah sedang cowok itu harus gentle.

Tapi sadar mbak,,,, ini di jalanan. Gak ada istilah ladies first. Jalanan tak mengenal gender. Kalo nggak hati2 ya bakal celaka & mungkin juga mencelakakan orang lain..  Bukan mau memojokkan kaum hawa, tapi yakin deh, kalo semua kaum hawa berpikiran seperti si judes tadi, pasti bakal banyak korban berjatuhan..

Mungkin  itu yg membuat mayoritas Lady Biker cenderung selonong girl & seenaknya sendiri. Karena itulah bapake selalu berhati-hati jika di belakang kaum hawa yg lagi naik motor.

Pemikiran2  seperti itulah yang harus dirubah  demi keselamatan diri sendiri & orang lain. Kita sebagai orang terdekat harus bisa mengingatkan mereka untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan.

Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Bagaimana menurut brother & sister (kalo ada sih) semua? Mungkin  punya pengalaman yg sama? Monggo dishare…

Terima kasih.

Wassalamu’alaikum…

NB : gambar nyomot punya eyang ali topan..

%d blogger menyukai ini: